BANJAR – Inovatif89.com. Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjar, menggelar acara rapat kerja bersama sekaligus pengukuhan Pengurus KTNA Kota Banjar periode 2018-2023 yang bertempat di Rumah Makan Bu Joko Parungsari Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, Selasa, (30/07/2019) beberapa hari yang lalu.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Banjar Nana Suryana, Ketua KTNA H. Herman Sutrisno, Ketua DPRD Dadang Kalyubi, Asda II, Agus Eka Sumpena, Kadis LH H.Yoyo Suharyono, Kadis Pertanian Aswin, Ka. Bappeda Agus Nugraha, Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan H. Saifuddin dan seluruh pengurus Kelompok Tani Kota Banjar.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah supaya para petani di Kota Banjar lebih bersinergi sehingga kesejahteraan para petani bisa lebih meningkat.
Wakil Walikota Banjar Nana Suryana menjelaskan, bahwa hampir 70% penduduk Kota Banjar adalah petani dan buruh tani, jadi rapat kerja ini dinilai sangat penting untuk mendongkrak daya beli para petani yang ada di Kota Banjar.
Nana juga menyoroti tentang infrastuktur pertanian yang di nilai kurang dan masih lemah dan itu akan menjadi pemikiran bersama bagaimana sawah-sawah yang masih berpotensi bisa menjadi sawah teknis.
“Dalam rapat ini diharapkan agar semuanya bisa bersinergis bagaimana caranya produksi ada dan pemasarannya tidak jadi kendala, targetnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani dan ini nyambung dengan Visi Misi Kota Banjar. ujarnya.
Nana menambahkan, masyarakat petani Kota Banjar selalu terjebak oleh rutinitas dalam posisi yang tidak menguntungkan sehingga mudah di manfaatkan oleh para tengkulak yang datang seolah- olah membawa solusi.
“KTNA dan HKTI ini, nantinya akan memberikan solusi dan juga inovasi bagaimana petani bisa memproduksi dan menjual hasil pertanian nya dengan harga yang layak. katanya.
Selama ini, terang Nana, upaya telah di lakukan yaitu lewat bantuan dan juga pembinaan dan itu sudah di laksanakan tinggal marketing nya yang perlu di tingkatkan.
“Jadi harapan saya kepada KTNA dan HKTI ketika petani berproduksi agar mereka berfikir, bagaimana agar hasil produk nya dijual dengan harga yang layak dan menguntungkan bagi para petani itu sendiri. jelasnya.
lanjut Nana, peran dari bulog sendiri, bahwa HKTI akan mencoba berkoordinasi dengan bulog dan mudah-mudahan bisa memberi peluang kepada Pemerintah Kota Banjar terutama dengan para petani sehingga akan ada inovasi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. tandasnya.
[Diskominfo Kota Banjar/Fauzi]





