Wakil Bupati Garut Lakukan Monitoring dan Evaluasi Stunting

GARUT – Inovatif89.com. Wakil Bupati Garut dr. H. Helmi Budiman melakukan monitoring dan evaluasi Stunting di Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Selasa (06/08/2019).

Bacaan Lainnya

Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Maka itu, kondisi ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.

Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme dan jangka panjangnya, stunting yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin akan menurunkan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.

Kabupaten Garut merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang memiliki jumlah penderita stunting cukup tinggi, oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Garut akan terus memaksimalkan dalam menekan angka penderita stunting. ungkap Helmi disela-sela kunjunganya.

Salah satu upaya menekan angka penderita stunting di Kabupaten Garut, terang Helmi, adalah memperbanyak pembangunan insfratruktur sarana air bersih, seperti Pamsimas dan pembangunan sumur bor. Sedangkan dalam asupan gizi, sudah membuat program dengan Dinas Kesehatan.

“Asupan gizi sangat penting, mulai anak yang usianya di bawah lima tahun, harus diberikan asupan gizi yang mengandung vitamin dan protein tinggi. ujarnya.

Menurut Helmi, tidak semua anak yang berperawakan lebih pendek mengalami stunting. Stunting merupakan keadaan tubuh yang sangat pendek dilihat dari standar baku pengukuran tinggi badan menurut usia berdasarkan standar WHO.

“Balita pendek atau stunting bisa diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasil pengukurannya ini berada pada kisaran di bawah normal. katanya.

lanjut Helmi, jadi seorang anak termasuk dalam stunting atau tidak, ini tergantung dari hasil pengukuran tersebut. Stunting tidak bisa hanya dikira-kira atau ditebak saja tanpa pengukuran.

“Agar anak tidak terkena stunting, berharap warga masyarakat memberikan ibu hamil dan anak balita dengan asupan gizi yang baik. tandasnya.

[Diskominfo Kab. Garut/Adas Iskandar SH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *