Indikator Laporan Kejadian Juli dan Agustus, Jumlah Kebakaran Meningkat

SUMEDANG – Inovatif89.com. Kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, meningkat dari tahun lalu. Indikator tersebut terlihat dari laporan kejadian pada bulan Juli hingga awal Agustus 2019 saja terdapat 20 laporan kebakaran dalam skala besar.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Sumedang, Dadan menyebutkan, angka kejadian kebakaran bukan tak mungkin bisa bertambah mengingat faktor cuaca kemarau yang disertai angin masih terus berlangsung. Bulan­ Juli terlapor sudah 20 kasus kebakaran, ini sangat tinggi dalam tempo satu bulan. ujar Dadan, Minggu (11/08/2019).

Bacaan Lainnya

Dadan memerinci, kejadian kebakaran terbesar terjadi di sebuah pabrik di Rancaekek yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Kemudian kebakaran lima rumah sekaligus di Cimanggung dan tiga rumah sekaligus di Kecamatan Pamulihan. Faktor terjadinya kebakaran didominasi oleh korseleting listrik dan faktor angin kemarau.

“Justru listriklah yang dominan jadi penyebab (kebakaran), kencangnya angin juga mempercepat api merambat. Kalau dari faktor (tabung) gas hanya di tempat-tempat tertentu. imbuhnya.

Menurut Dadan, dari rentetan kejadian kebakaran pada Juli hingga awal Agustus saja, meski belum ada data resmi, kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai hingga Rp 14 miliar.

“Selain kebakaran yang terjadi pada rumah dan bangunan, kebakaran juga terjadi pada lahan kebun atau lahan hutan. Kejadian kebakaran lahan banyak terjadi di wilayah Ujungjaya dan Tomo dengan faktor penyebab kebakaran lahan kebanyakan adanya pembakaran secara sembarang oleh masyakarat di sekitar lahan. katanya.

Jadi biasanya, terang Dadan, warga membakar sampah atau ilalang dan tidak diawasi. Sehingga api bekas pembakaran biasanya nerambat cepat ke lahan lainnya dan terjadilah kebakaran.

“Pihak Damkar selama ini telah bekerja optimal dalam menangan setiap kasus kebakaran, namun untuk pencegahan terjadinya kebakaran meminta kepada warga agar berhati-hati terhadap setiap potensi penyebab kebakaran. tandasnya.

lanjut Dadan, lebih baik mencegah, kalau sudah terjadi akan memakan kerugian yang banyak. Saat ini pada musim kemarau perhatikan tungku pembakaran dan hindari pembakaran sampah secara sembarang atau tanpa pengawasan.

“Pihaknya kini sedang gencar melakukan sosialisasi tindakan pencegahan kebakaran ke sejumlah wilayah. pungkasnya.

[Pemkab Sumedang/Fauzi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *