>

DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Mendengar Pidato Kenegaraan

GARUT – Inovatif89.com. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengar pidato kenegaraan Presiden dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia, Jum’at (16/08/2019), bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Rapat paripurna dibuka tepat pukul 10.00 WIB, dipimpin langsung oleh ketua DPRD Euis Ida Rahman yang di dampingi oleh Wakil Ketua Enan dan dihadiri oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP, dan wakil Bupati dr. H. Helmi Budiman serta Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut.

Bacaan Lainnya

Saat memberikan sambutannya, Ketua DPRD Euis Ida Rahman menyampaikan, agar kita sebagai penerus bangsa agar dapat menghargai jasa pahlawan, dan mendoakan para pahlawan agar diberikan tempat terbaik di sisiNya.

Euis pun mengajak, agar semua peserta rapat dapat mendoakan jemaah calon haji Indonesia terkhusus Garut agar setelah kembali dari menjalankan ibadah haji dapat kembali dengan sehat wal’afiat.

“Semoga jemaah calon haji kita, bisa kembali dengan keaadan sehat wal’afiat,” ujarnya.

Selesai membuka rapat, pimpinan rapat bersama Bupati dan Wakil Bupati beralih tempat duduk ke tempat yang sudah disiapkan di depan tempat duduk anggota DPRD guna mendengar Pidato Kenegaraan Presiden RI.

Selain dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah, rapat paripurna juga dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah serta pejabat eselon tiga dan empat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut serta undangan lainnya.

Adapun, Presiden Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan berdurasi sekira 30 menit dengan mengenakan pakaian adat Sasak dari Nusa Tenggara Barat. Di awal pidatonya, Jokowi meneguhkan semangat para pendiri bangsa bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau Pulau Jawa.

“Tapi Indonesia adalah seluruh Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas hingga pulau Rote,” ucap Jokowi.

Untuk itu, menurut Jokowi, pembangunan yang dilakukan harus Indonesia sentris, bukan Jawa sentris.

“Indonesia maju bukan hanya karya presiden, wapres, legislatif ataupun karya yudikatif. Tapi keberhasilan Indonesia adalah hasil karya pemuka agama, pendidik, pelaku usaha, buruh, pedagang, nelayan, serta seluruh karya anak bangsa,” tegasnya.

Selain itu, manajemen, sistem, dan tata kelola pemerintahan harus dibangun dengan baik, bukan melalui prosedur yang panjang. “Tata kelola pemerintahan yang baik bukan dilihat dari tata kelola yang panjang, tapi dari prosedur yang cepat dan sederhana yang bisa mendorong kecepatan dan lompatan kemajuan,” ucap Jokowi.

Presiden juga mengingatkan jajaran pemerintah agar lebih efisien dalam mengelola anggaran termasuk anggota Legislatif dalam melaksanakan studi banding.

“Manajemen dan tata kelola sistem harus dibangun. Tata kelola yang baik tercermin dari prosedur yang baik dan sederhana,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidatonya.

Di akhir pidato kenegaraannya, Presiden Jokowi meminta izin di hadapan para anggota DPR dan DPD RI untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Namun, Jokowi tidak menyebut secara jelas daerah mana yang akan menjadi ibu kota pengganti Jakarta.

Menurut Presiden Jokowi, ibu kota bukan hanya simbol atau identitas bangsa, tapi representasi kemajuan bangsa. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan visi Indonesia maju.

[Diskominfo Kab. Garut/Adas IK, SH]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *