Pemkab Sumedang Lakukan Ekspose KEK Wisata Jatigede Dihadapan Gubernur

BANDUNG – Inovatif89.com. Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam hal ini, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, ST., MM, didampingi Sekretaris Daerah, Herman Suryatman, unsur Disparbudpora, Bappppeda dan Diskipas Kabupaten Sumedang serta ITDC, melakukan ekspose Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) objek wisata Jatigede dihadapan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang bertempat di Gedung Pakuan Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu, (14/08/2019).

Bacaan Lainnya

Dalam ekspose tersebut disampaikan beragam potensi yang dimiliki oleh Jatigede, khususnya dari sisi pariwisata, sehingga layak menjadi kawasan khusus yang sekarang sedang dalam tahapan pembahasan Kementerian Pariwisata RI.

Bupati Sumedang Dony, berharap keberadaan Tol Cisumdawu harus memberikan dampak positif bagi warga Kabupaten Sumedang. Pemkab Sumedang dan pemangku kepentingan tengah menyiapkan beragam cara guna mengantisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi diantaranya dengan membangun destinasi-destinasi ­wisata di setiap exit tol.

“Di exit tol pertama, akan dibangun Wisma Gubernur di sekitaran lapang golf. Di exit tol kedua akan ada kawasan agrobisnis Cilembu dengan metode Smart Farming dan tidak jauh dari sana, sudah ada Kampung Ciherang di Sukasari, akan ada geotheater di Rancakalong” paparnya.

Menurut Dony, semua itu sebagai langkah-langkah antisipasi usaha ekonomi masyarakat akibat jalan tol. Dengan berbagai potensi yang ada, justru kehadiran jalan tol Cisumdawu akan ditangkap sebagai peluang guna mengakselerasi berbagai pembangunan.

“Sumedang juga akan hadir event West Java Paragliding World Championship, 2 – 8 Oktober. Keberadaan­ event paralayang kelas dunia di Sumedang tentu saja akan semakin menambah daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Sumedang” katanya.

lanjut Dony, diharapkan hal-hal ini juga akan menjadi jalan, sehingga KEK Pariwisata Jatigede segera terwujud. pungkasnya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memberi beberapa masukannya bagi Sumedang dan juga meminta Kabupaten Sumedang agar fokus menggarap sektor pariwisata dan memiliki satu primadona pariwisata yang bisa ditonjolkan.

“Jika saya lihat dari dulu, Sumedang itu terlihat kagok (Tanggung) dalam pembangunannya. Jadi nasihat saya adalah, fokus saja ke sektor pariwisata karena harta karun atau potensi pariwisata di Sumedang memang banyak”. ujarnya.

Terkait hal itu, Emil mengimbau agar Sumedang segera memiliki BUMD Kepariwisataan sehingga akan mempermudah dalam hal penugasan terutama terkait pembebasan lahan ke depan jika diperlukan untuk kepentingan kawasan pariwisata.

“Hal selanjutnya yang harus segera dilakukan adalah terdapatnya semacam buku menu investasi pariwisata yang berisi mulai dari lokasi pariwisata, jenis investasi termasuk perkiraan investasi, guna memudahkan para investor untuk memilih jenis investasi yang tersedia”. katanya.

Ridwan Kamil meberi waktu delapan minggu sampai buku itu ada. Bila sudah siap, saya pun siap menjadi Sales bagi Sumedang dan akan bawa buku itu kemanapun saya pergi untuk turut mempromosikannya. tandasnya.

[Pemkab Sumedang]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *