TASIKMALAYA – Inovatif89.com. Guru Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jamanis, Hj. Siti Komariah S.Pd., M.Pd, menerima penghargaan juara III sebagai Guru SDLB berprestasi dalam kreativitas Guru Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB ) tingkat Nasional Tahun 2019 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy di Jakarta 16 Agustus 2019.

Saya mengikuti lomba kreativitas Guru SDLB untuk tahapan lomba dari mulai tingkat Sekolah, Gugus 25 dan Gugus 48, KCD, sampai tingkat Provinsi meraih juara 1.
“Kemudian mengikuti lomba tingkat Nasional, mewakili Provinsi Jawa Barat dan bisa lolos ke tingkat Nasional karna sudah memenuhi persyaratan lomba yaitu, seperti dari karya tulisnya terbaik di Provinsi, Presentasinya, Penulisan Artikelnya, Media, manual book,” tutur Hj. Siti Komariah S.Pd., M.Pd, Guru SLBN Jamanis saat ditemui di kantornya Jl. Pesentren RT/RW 003/005 Desa Tanjungmekar, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Senin (19/08/2019).
Menurut Siti, ada 23 provinsi yang mewakili ke tingkat Nasional. Adapun Kiat saya untuk ikut lomba yakni, semangat yang tinggi, usaha yang keras dan percaya diri bahwa penelitian yang dilakukan itu adalah untuk kebaikan anak-anak.
“Karena awalnya juga, membuat media dengan tujuan untuk perubahan anak-anak bukan untuk lomba dan melakukan semuanya itu dengan sepenuh hati serta sungguh sungguh sehingga berbuah hasil menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi,” tuturnya.
Ketika dilombakan untuk tingkat Nasional, terang Siti, media yang saya pakai yaitu Pipa penjumlahan dan pengurangan untuk diajarkan kepada siswa tunarungu, mereka belajar pengoperasian dengan pipet, (pipa penjumlahan) dengan alat bantu yang sederhana yaitu kelereng, jadi siapapun bisa menggunakannya.
“Semua yang saya lakukan dengan ikhlas karena tidak dibiayai dari sekolah dan semua modal yang dikeluarkan itu biaya sendiri serta itu merupakan tanggung jawab moril seorang guru. tegasnya.
Siti menambahkan, sebelum mengikuti lomba tingkat Nasional, terlebih dahulu diberikan pembinaan di Provinsi dengan melalui dua tahapan yaitu;
Tahap ke satu penggodokan PTK oleh para narasumber yang kompeten kalau ada yang kurang diperbaiki/direvisi selama satu minggu dan setelah semua bagus baru itu dijilid.
Tahap kedua penggodokan bagaimana teknis presentasi dan membuat power point ditayangkan, kemudian dilihat apakah memenuhi syarat untuk di tingkat Nasional.
“Dengan adanya pembinaan tersebut itu sangat bagus sekali. Adapun hasil mengikuti lomba di tingkat Nasional, Saya mendapatkan juara III dan itu adalah usaha yang maksimal bukan usaha yang setengah-setengah karna diantara yang terbaik masih ada yang terbaik. ungkapnya.
lanjut Siti, berharap kepada para guru-guru honorer yang masih muda karna masa depannya masih panjang mereka tidak boleh bekerja atau mengajar asal-asalan.
“Jadi se-sederhana apa pun, media yang ditemukan kalau tujuannya ingin merubah anak-anak itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan pasti itu akan berhasil,” pungkasnya. [Fauzi]





