GARUT – Inovatif89.com. Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Garut menggelar Festival Tahun Baru Islam 1441 Hijriah dengan tema “Mari Berhijrah Menuju Pribadi Yang Bertaqwa” yang dibuka langsung oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP, yang bertempat di Jalan Otista Alun-alun Garut, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (31/08/2019).
Selain Bupati dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Garut dr. H. Helmi Budiman, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Ketua Dewan Pembina MUI Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para SKPD, Ketua MUI Kabupaten Garut, DKM Masjid Agung Garut serta ribuan jamaah warga masyarakat Kabupaten Garut.
Bupati Garut H. Rudy Gunawan dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1441 Hijriah kepada seluruh umat Islam dimanapun berada dan tahun ini Pemkab Garut membuat agenda baru dalam merayakan tahun baru islam yang sangat berbeda dari tahun – tahun sebelumnya.
“Selain sebagai umat Islam yang wajib merayakan tahun baru Islam dengan nuansa Islami, tentunya perayaan tahun baru ini bisa menjadi agenda rutin bagi Pemkab dalam mempromosikan segala potensi baik pariwisata, budaya Islam maupun produk – produk unggulan yang ada di Kabupaten Garut,” katanya.
Rudy juga mengajak seluruh umat muslim di Kabupaten Garut untuk menjadikan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk berhijrah menjadi lebih baik lagi, dari negatif menjadi positif, dari positif menjadi lebih positif. Anak tangga pertama hijrah adalah taubat.
“Dalam berhijrah, kita harus naik tingkat, seperti menjadi orang yang lebih sabar, lebih ikhlas dan lebih bersyukur. Tingkatan sabar ada tiga, yakni: Sabir, Masabir dan Asshabur,” ucapnya.
Jika saat ini kesabaran kita masih di tingkat Sabir, maka tahun ini harus naik tingkat menjadi orang yang lebih sabar dan menjadi orang yang sabarnya tanpa batas. sambung Rudy.
Selain itu, terang Rudy, manusia juga harus memiliki rasa ikhlas yang besar. Ikhlas terbagi menjadi dua kelompok yakni, Mukhlis dan Mukhlas. Mukhlis berarti ikhlas melakukan kebajikan, tetapi masih mengingat perbuatannya tersebut yang dapat menjadi ria. Sedang Mukhlas, ikhlas melakukan kebajikan dan tidak bersedia diketahui orang lain, dan apabila dipuji dia bersedih.
“Selain itu, umat muslim juga harus memiliki rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.
Rudy mengingatkan, segala bentuk musibah adalah tanda cinta dari Allah SWT. Ketika tertimpa bencana, fitnah, maka mendekatkan diri pada pencipta adalah solusi terbaik, “Tidak perlu juga kita menghakimi atas dosa orang lain. Cukup Allah yang akan menghakimi. Karena biasanya siapa yang menggali lobang, dia sendiri yang akan masuk ke dalamnya,” tandasnya.
lanjut Rudy, mengucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara, momentum ini diharapkan dapat meningkatkan Ukhuwwah Islamiyah, mewujudkan sinergitas akselerasi kemajuan budaya untuk kekuatan ekonomi, mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif, mendorong kreativitas seniman dan budayawan dan pelestarian budaya tradisional daerah.
“Tahun depan akan lebih dimeriahkan kembali, ini dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Insya Allah tahun depan perlombaan-perlombaan ditambah lagi,” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, H. Budi Gan Gan Gumilar, selaku penyelenggara menyampaikan, bahwa kegiatan di selenggarakan bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Garut dan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Jawa Barat, untuk mengemas perayaan penyambutan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah dalam bentuk Festival.
“Kegiatan ini melibatkan para santri, muslimin muslimat yang ada di Kabupaten Garut. Target kehadiran dalam semarak menyambut perayaan, sekitar 2000 pengunjung yang terdiri dari warga masyarakat Kabupaten Garut dan wisatawan,” jelasnya.
Menurut Budi, rangkaian Festival Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah ini diisi beberapa kegiatan yakni, Pameran Bazar, Lomba Tahfid Qur’an, Lomba Marawis, Pagelaran Seni Gemyung Muharam, Seni Rudat Godog Karangpawitan, Seni Terbang Beluk Margawati, Rampak Bedug, Terbang Sejak Dukuh, pemutaran Film dan Pawai Obor.
“Untuk lokasi kegiatan terpusat di Pendopo, Gedung Dakwah Masjid Agung, Bale Paminton Intan Dewata, Alun-alun Garut yang menjadi panggung utama serta rute pawai obor di jalan protokol Kota Garut yang finis di Alun-alun Garut”, tutupnya.
[Diskominfo Garut / Adas Iskandar, SH]





