Inovatif89.com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbag) Tingkat Kecamatan Sukaresik digelar, bertempat di Aula Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Rabu (12/02/2020).

Dalam kegiatan Musrenbag tersebut dihadiri Saff Ahli Bupati Tasikmalaya Basuki Rahmat Saff Ahli Bupati Tasikmalaya, Tim 1 Bapeda Kabupaten Tasikmalaya, Camat Sukaresik, Kapolsek Sukaresik, Danramil Pagerageung, MUI Kecamatan Sukaresik, kepala desa se-Kecamatan Sukaresik, Ketua BPD, Karang Taruna, Tokoh Pemuda, PKK, dan Pendamping.
Musrenbang merupakan wadah sekaligus proses perencanaan pembangunan untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat sesuai potensi dan permasalahan yang dihadapi di wilayahnya. ungkap Camat Sukaresik Opan Sopian S.Pd., M.Pd., M.Si, mengawali sambutanya.
Menurut Opan, Alat ukur pembangunan yang harus kita bangun hari ini dari Murenbang desa, Murenbang Kecamatan, alat ukurannya tetap ada perubahan dari empat bidang itu tetap alat ukurannya yaitu, Pembangunan, Pendidikan, Kesehatan ,dan Ekonomi.
“Jadi program-program yang dilaksanakan dalam Musrenbang ini harus bisa mendongkrak, bukan hanya persoalan yang rutinitas-rutinitas saja,” tegasnya.
Tambah Opan, berharap generasi muda di dalam berbagai event, seperti musyawarah pembangunan, musyawarah desa itu di libatkan dan kepada generasi mudanya melibatkan diri, gak usah harus di ajak saja. tuturnya.
Sementara, Saff Ahli Bupati Basuki Rahmat ditemui usai acara mengatakan kepada wartawan, Musrenbang sekarang ada sesuatu yang berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya.
“Artinya Bupati Tasikmalaya secara spesifik menginginkan, bahwa Musrenbang itu mengahasilkan usulan yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi Bupati Tasikmalaya tidak akan lagi melayani usulan-usulan yang lewat pintu samping, kita maklumi dalam tahun-tahun sebelumnya ada usulan-usulan lewat pintu samping,” ucapnya.
lanjut Basuki, sehingga kalau sudah muncul usulan-usulan atas dasar kebutuhan masyarakat, Pemerintahan daerah juga lebih mudah menganggarkannya karena anggaran yang sekarang juga kita pandang belum semuanya mengarah kepada upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Seperti yang saya contohkan tadi dalam sambutan di acara musrenbang, banyak anggaran-anggaran yang tidak jelas out put kemana ngaitnya. Tujuannya kemana, apakah untuk meningkatkan produksi pertanian atau apa? Seringkali kita kehilangan jejak untuk itu, maka sekarang tidak ada lagi hal-hal yang seperti itu setiap rupiah yang keluar harus jelas ujungnya mau kemana,” pungkasnya. [Fauzi]





