BPK Provinsi Jawa Barat: Pengecekan Mobil Dinas Desa, Merupakan Rangkaian Pemeriksaan BPK

Inovatif89.com — Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, melakukan pengecekan kendaraan inventaris Pemerintah desa se-Kabupaten Tasikmalaya di depan Komplek Perkantoran Bupati Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (15/02/2020).

Bacaan Lainnya

Hari ini di Kabupaten Tasikmalaya salah satunya sedang dilakukan pengecekan kendaraan khususnya mobil desa. Ini merupakan salah satu rangkaian pemeriksaan BPK, dengan tujuan untuk mengecek keberadaan kendaraan secara Fisik, menyamakan antara kendaraan dengan si pemakai, termasuk lokasinya. ungkap Ujang Rahmat perwakilan dari BPK Bidang Aset Provinsi Jawa Barat.

“Hal ini mungkin untuk mengantisipasi jangan sampai ada kendaraan di desa (A) tapi tidak sesuai dalam daftar mengenai identitas kendaraannya, jadi ini mengecek kesesuaian saja tidak ada hal-hal lain antara kendaraan secara fisik dan lokasi dari pada kendaraan itu sendiri,” jelasnya.

Kendaraan hingga sampai pukul 12.00 Wib hapmir semuanya masuk, terang Ujang, adapun beberapa desa yang tidak sempat hadir, salah satunya mobil yang kecelakaan dan itupun ada buktinya, di perlihatkan dokumen serta potonya, bahwa ini memang benar-benar kecelakaan.

“Kedua, ada mobil yang sedang di gunakan oleh warga untuk berobat keluar kota seperti ke Bandung dan sebagainya, adapun mobil desa yang tidak datang, solusinya nanti di foto di tempat bersangkutan, nomor mesin, nomor rangka dan si pemakainya,” papar perwakilan dari BPKP Bidang Aset Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya untuk Mobil yang hilang, tambah Ujang, ini kebetulan di Inspektorat sudah ada laporan pengaduan jadi itu bisa di buktikan dengan laporan pengaduan yang sedang di proses oleh inspektorat, karena mobil desa yang sifatnya masih pinjam pakai untuk saat ini, dan pemeriksaan ini hanya untuk mobil desa saja, sedangkan mobil-mobil dinas lainya belum masuk tahapan kesana untuk saat ini.

“Mobil yang namanya di hapus, nanti kita tertibkan lagi karna tadi ada beberapa mobil yang label/nama desanya tidak ada, mungkin itu akibat ada kecelakaan ataupun di cat ulang, lalu belum di munculkan lagi nama desanya dan nanti kita kordinasikan lagi,” tandasnya.

lanjut Ujang, harapan saya tentunya mobil desa ini adalah dapat di manfaatkan dengan baik di desa untuk melayani masyarakat dan dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya, tidak di salah gunakan dengan adanya mobil desa ini. pungkasnya.   [Fauzi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *