“10 Hari Jasad Korban Longsor Belum Ditemukan” MUI Kecamatan Cisayong Gelar Do’a Bersama

Inovatif89.com — Hingga sampai saat ini korban bencana longsor belum ditemukan, memasuki hari ke 10 Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan menggelar do’a bersama dilokasi longsor Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Minggu (08/03/2020) siang.

Hadir dalam kegiatan do’a bersama tersebut Kepala Desa Santanamekar Ade Saepudin beserta Kepala desa yang ada di Kecamatan Cisayong, Ketua MUI KH. Jaja Jaenudin beserta Wakil Ketua MUI KH. Aan Munawar dan jajaran MUI Kecamatan Cisayong, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Sekmat, Koramil 1207/Cisayong, Polsek Cisayong, Relawan, Para tokoh agama dan masyarakat di wilayah Kecamatan Cisayong juga Sukaratu.

Bacaan Lainnya
KH. Aan Munawar saat memimpin do’a bersama. | Fauzi

Pembacaan Sholawat Munfarijah pimpin oleh Ketua MUI KH. Jaja Jaenudin dan pembacaan do’a bersama dipimpin oleh Wakil Ketua MUI Kecamatan Cisayong KH. Aan Munawar.

Kepala Desa Santanamekar Ade Saepudin ditemui usai acara do’a bersama mengatakan kepada wartawan, acara do’a bersama yang dilaksanakan di lokasi bencana pada hari ini tujuannya bukan apa apa, hanya saja korban merupakan sosok tokoh masyarakat seorang ajengan dan sampai saat ini belum di temukan.

“Dengan digelarnya do’a bersama ini bukan berarti di tutup tetapi ini inisiatif para ulama di kecamatan cisayong dan Kecamatan Sukaratu karena korban juga seorang ulama, maka ini bentuk rasa prihatin kami dari warga dan para tokoh ulama, karena umat Islam itu satu tubuh dan satu tujuan semuanya ingin mendapat ridho dari Alloh SWT,” ungkapnya.

Menurut Ade, MUI sendiri Alhamdulillah mengundang dari semua desa yang ada di kecamatan cisayong ini dan Alhamdulillah semua datang, semuanya satu komando turut mendoakan semoga korban bisa secepatnya ditemukan.

“Saya pribadi selaku kepala Desa Santanmekar mengucapkan turut berduka cita bagi korban dan keluarga korban semoga diberikan ketabahan,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu Yudi Setiana, bahwa saya selaku kepala Desa Indarajaya dan Kepala Desa Santanamekar merasa kehilangan, karena sosok almarhum (korban) merupakan tokoh bagi kami dan warga semuanya di desa ini.
“Kami sangat mengucapkan terimakasih untuk semua unsur yang terlibat, sehingga do’a bersama ini bisa menjadi semangat bagi kami atas bencana ini, dan kami berharap semoga korban almarhum ajengan bisa ditemukan secepatnya,” ujarnya.

lanjut Yudi, kami menghimbau untuk warga yang masih melakukan pencarian korban untuk berhati-hati karena tanggap darurat ini sudah di cabut mandatnya, dan jangan sampai ada korban selanjutnya yang sangat tidak diharapkan.

“Semoga saja dari semua ini ada hikmah bagi kita semua dan semua unsur yang terlibat mendapat pahala dari Allah SWT,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *