Inovatif89.com — Pemerintah Kecamatan Sukaratu menggelar lokakarya triwulanan bidang kesehatan bertempat di Aula Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/03/2020).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Pemerintah Kecamatan, UPT Puskesmas, BPP, Polsek, Koramil Cisayong, dan UPT PUPR Wilayah Kecamatan Sukaratu, serta para Kepala desa dan tamu undangan lainya.

Camat Sukaratu H. Ria Supriana, S.Sos., M.Si, ditemui usai acara lokakarya triwulanan bidang kesehatan di rumah dinasnya kepada inovatif89.com mengatakan, data yang saya punya di Kecamatan Sukaratu itu yang dikategorikan stunting 461 bayi, tapi tadi sudah ada perubahan, stunting itu katanya itu nanti datanya nyusul di suatu laporan.
“Sikap Pemerintah pusat untuk stunting di program sembako itu, tadi saya pagi-pagi dari e-warung mulai didistribusi ke masyarakat yang tadinya Rp. 150.000/KK sekarang menjadi Rp. 200.000/KK itu mulai Maret s/d bulan Agustus, setelah Agustus kembali lagi ke Rp 150.000,” ungkapnya.
Menyikapi dari program itu, sambung Ria, dari Provinsi juga kepedulian terhadapa stunting sangat luar biasa, Kabupaten juga sama dari mulai alat ukur, alat timbang, juga ketinggian badan itu akan dibagikan secara gratis langsung dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
“Selanjutnya, petugas ujung tombak dilapangan terutama Pos Yandu itu oleh Pak Bupati diberikan bantuan seragam semuanya dan keluarga kadernya itu di masukan kedalam BPJS ditanggung oleh Pemerintah daerah BPJS nya,” ujar Camat Sukaratu.
Harapan saya dari Pemerintah Kecamatan, terang Ria, terhadap para kepala desa tolong untuk anggaran kesehatan ini supaya sinergi bahwa stunting yang di sorotnya diantaranya, kalau pun ada tempat Pos Yandu yang kurang layak atau pun kurang resenpentatif tolong anggaran desa ini dialokasikan tapi asal jangan merehab, harus jelas dulu setatus tanahnya.
“Masalah stunting fokus utamanya. Pos yandu yang terdaftar sekarang yang kemarin mendapat bantuan itu sebayak 62 Pos Yandu tetapi sekarang sudah bertambah menjadi 64 Pos yandu di Kecamatan Sukaratu,” imbuhnya.
Menurut Ria, pos windu kalau tidak salah baru 14 tetapi itu yang betul-betul beroprasi kalau tidak salah baru 3 karena Pos yandu sama Pos Windu sangat berbeda mungkin antusias masyarakat untuk Pos Yandu ini keperluannya mendesak dengan imunisasi kalau yang Lansia itu agak susah sehingga lebih fokus di Pos Yandu. tandasnya.
lanjut Ria, Pos Yandu di desa-desa tidak bisa di sama ratakan karena untuk Desa Sukaratu dan Gunungsari itu jelas berbeda harus lebih bayak Gunungsari karena jumlah penduduknya itu sekarang hampir 10 Ribu lebih kalau dibandingakan dengan desa yang lain, itu untuk 2 desa, sehingga Pos Yandu nya lebih bayak dari desa yang lain.
“Harapan kedepan, mungkin target kita adalah stunting di Kecamatan Sukaratu itu bisa berkurang dari 461 itu bisa mengkerucut kebawah,” pungkasnya.





