Anggaran Penanganan Covid- 19 Dari DD: Kades Pusparaja Akui Belum Berani dan Berharap Pemkab Segera Keluarkan Perbup

PEWARTA : YUSRIZAL
EDITOR : FAUZI

Inovatif89.com — Dalam upaya memutus mata rantai pandemi Virus Corona atau Covid-19, penyemprotan cairan disinfektan di wilayah Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, dilaksanakan secara bertahap.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Pusparaja Ajo Sutarjo mengatakan, mengenai penyemprotan itu sesuai intruksi Pemerintah dan Alhamdulillah bulan kemarin (Maret) hari kamis supaya dilakukan penyemprotan, hari rabu nya pun sudah di lakukan penyemprotan.

“Tapi pada waktu itu baru sebatas fasilitas umum seperti, tempat ibadah, pendidikan dan tempat-tempat umum lainnya,” ungkap Ajo saat ditemui di kantornya, Rabu (15/04/2020) siang.

Kegiatan penyemprotan, terang Ajo, dilakukan oleh semua Perangkat desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, dibantu oleh semua unsur dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang sudah hampir semua wilayah yang ada di Desa Pusparaja di lakukan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

Menurut Ajo, mengenai alokasi dana awal untuk pengadaan disinfektan di desa itu alakadarnya, kebetulan tidak semua desa memiliki dana cadangan, termasuk di desa saya ini. Tapi masyarakat sangat antusias dan memberikan modal untuk pengadaan disinpectan secara swadaya.

“Alhamdulillah untuk sementara ini ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten tapi baru di terima pada tanggal 7 April kemarin, berupa satu jerigen obat disinfektan dan satu liter bibit disinfektan nya untuk di campur dengan seribu liter air,” ucapnya.

Dikatakannya, saat ini Pemerintah belum memaksimalkan secara materi dan material, secara jasa saya kira Pemerintah sudah menyiapkan tim-tim kesehatan di tingkat desa dan Puskesmas. Alhamdulillah sangat membantu dalam berbagai kegiatan dalam rangka memutus jaringan mata rantai Covid-19 di wilayah desa pusparaja.

“Jumlah pemudik di Desa Pusparaja sampai saat ini mencapai 407 orang, Pasien Dalam Perawatan (PDP) ada 1 orang tapi setelah di lakukan ravidtes ternyata hanya sakit Flu biasa, dan sekarang sudah sembuh,” tutur Ajo.

Melihat dan mendengar berita di media electronic, cetak dan media sosial, bahaya Covid-19 itu sungguh luar biasa bagi manusia, makanya ada mekanisme dan protokolnya bagaimana cara pencegahan wabah virus tersebut.

“Berharap kepada masyarakat Desa Pusparaja mematuhi himbauan dan intruksi dari Pemerintah untuk diam di rumah serta para pemudik untuk bisa isolasi diri selama 14 hari. Lagian masyarakat bukan berarti bandel tapi MEUREUN KESEL harus diam di rumah saja KEUKEUH melakukan aktifitasnya seperti ke kebun dan ke sawah, tapi mudah-mudahan ada hikmah dari semua musibah ini,” tambahnya.

lanjut Kades Ajo, ada himbauan prihal anggaran Dana Desa (DD) agar supaya bisa mengalokasikannya sebesar 30% untuk pencegahan Covid-19 dan saya bersyukur yang dulu tak bisa mem BLT kan DD, sekarang ada kesempatan kepada masyarakat.

“Hanya saja kendalanya ini kan situasional memang serba mendadak, dan Permendesnya pun mendadak karna itu kita mengacu pada Pemerintah Kabupaten, jadi saya belum berani ambil tindakan-tindakan seperti itu. Karna itu baru berupa Permendes sehingga berharap kepada Pemerintah Kabupaten untuk segera merealisasikan Perbup (Peraturan bupati) untuk dana penanganan Covid-19,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *