Inovatif89.com — Diduga diisukan terjangkit Virus Corona, Kepala Desa (Kades) Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, buka suara atas kabar yang menimpa dirinya.
Melaui unggahan video yang beredar di grup DPC APDESI Kabupaten Tasikmalaya berdurasi 1.24 detik, Dede Egi Ramdani Nugraha Kepala Desa Buniasih mengatakan, perkenalkan, saya Kades Buniasih Kecamatan Kadipaten mau mengklarifikasi terkait isu yang beredar di masyarakat, bahwa saya terkena positif Virus Corona.
“Maaf kepada masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Kadipaten, Pagerageung, Ciawi, Jamanis, Rajapolah dan lainnya, maaf itu adalah hoax,” ujarnya.
Dikatakan Egi, tanggal 29 April 2020 malam rabu pukul 20.00 Wib, pulang dari Rumah Sakit dan hasil dari rumah sakit SMC negatif, bahwa bukan terkena Virus Corona tapi terkena gejala, kecapean dan tipes.
“Maaf keapada masyarakat tidak usah resah, saya tidak terkena virus Corona,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPK APDESI Kecamatan Cisayong, Dendi Herdiawan setelah mengirimkan video klarifikasi dari Kades Buniasih tersebut melalui pesan WhatsApp kepada Inovatif89.com menyampakaikan, bahwa berharap pelaku hoax ada tindak lanjut dari APH (Aparat penegak hukum) sesuai dengan aturan yang telah dianjurkan oleh Presiden.
“Kami berpesan khususnya kepada semua masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten dimohon untuk tetap tenang, namun tetap waspada, berjaga-jaga, dan berhati-hati,” imbuhnya melalui telepon celulernya, Kamis (30/04/2020) Pukul 20.30 Wib.
Kita patuhi aturan Pemerintah baik itu Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten, karena ditengah-tengah pandemi saat ini bayak sekali isu-isu yang tidak karuan yang tidak bisa di pertanggungjawabkan. tambahnya.
lanjut Dendi, saya mohon kepada orang yang tidak bertanggungjawab, kiranya kalau pun mereka tidak bisa mempertanggungjawabkannya mohon ada tindak lanjut dari pihak APH.
“Atas nama DPK APDESI Kecamatan Cisayong dan selaku Kepala Desa Cikadu, Saya ucapkan terimakasih dan turut bahagia serta ikut senang, karena isu tersebut jauh dari kenyataan yang telah tersebar di Medsos atau pun diaratan,” pungkasnya. [Fauzi]





