Pewarta : Yusrizal.
Inovatif89.com — Pemerintahan Desa (Pemdes) Cimanggu menggelar sosialisasi bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk di masing-masing ke RT an se-wilayah desa, bertempat di Gedung olahraga Desa Cimanggu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (16/05/2020).
Dalam acara sosialisasi tersebur dihadiri LPM, BPD, Pendamping RTLH, Perangkat desa, RT, RW, dan Calon pemerima bantuan RTLH.

Kepala Desa (Kades) Cimanggu, Mail mengatakan, kebetulan total yang mendapatkan bantuan RTLH sekitar 20 orang di tiap ke RT an dan itu juga kembali lagi ke pada si penerima yang sudah siap untuk di lakukan bedah rumah, apakah siap untuk melanjutkan sebagai dasarnya ingin sekali mempunyai rumah layak huni.
“Untuk program ini di mungkinkan melalui PUPR karna kebetulan saya sebagai kepala desa yang baru, jadi kurang begitu tahu mekanismenya seperti apa? Cuman saya mendengarkan agar masyarakat dalam mendapatakan bantuan bedah rumah ini, supaya siap untuk melanjutkan untuk kedepannya dan apakah si penerima manfaat mampu untuk melanjutkan ketika di bedah rumahnya,” ungkap Kades.
Seandainya mereka tidak bisa atau mampu untuk melanjutkan bedah rumah tersebut, terang Mail, maka agar supaya di lemparkan kepada yang sudah benar-benar siap dalam segi tambahannya sampai selesai.
“Memang mereka antusias sekali mendapat kabar bahwa rumah mereka akan di bedah, sampai dengan semangat mereka pada hadir di sosialisasi ini,” imbuhnya.
Dikatakan Mail, menghimbau kepada yang hadir harus sesuai protokol Covid-19 dan mereka pun Alhamdulillah paham dengan Physical Distancing (jaga jarak). Kebetulan nominal anggaran untuk pembangunan RTLH itu sebesar Rp. 15 Juta dan itu pun berbentuk material seperti, Pasir, Semen, Batu dan Bata, itu pun disesuaikan.
“Makanya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai pelaksana memberikan pemahaman kepada para penerima agar yang benar-benar siap untuk membedah rumah yang layak huni di karnakan dengan anggaran yang jauh dari kata sampai (Cukup) untuk menjadi rumah layak huni serta kami khawatir ketika anggaran itu turun dan di berikan kepada yang hak menerima, ternyata bangunannya tidak beres. Ini yang kami khawatirkan,” tuturnya.
lanjut Mail, kami dari Pemerintah desa menekankan kepada masyarakat supaya lebih peka dan sadar siapa sebenarnya yang layak untuk benar-benar di bantu.
“Berharap kepada masyarakat Desa Cimanggu khususnya mempunyai rumah yang layak minimal 9 M satu orang, dan mudah-mudahan masyarakat dengan diadakan sosialisasi ini bisa memahami serta menerima, jangan sampai ada asumsi yang tidak di harapkan,” tegasnya.





