Pewarta : Yusrizal.
Inovatif89.com — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya mengelontorkan anggaran sebesar sekitar Rp. 24 Miliyar lebih untuk bantuan Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Virus Disease-19 (Covid-19) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Ery Purwanto, M.Si, mengaku terkejut saat mengetahui BLT APBD Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp. 200.000.
“Kenapa Rp. 200, terkejut saya. Sampai saat ini (Pemda) masih tertutup, belum ngasih rincian ke DPRD, dan sampai hari ini belum punya data rincian tentang berapa besaran (Anggaran) untuk itu,” ungkap Ery saat ditemui di rumahnya Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/05/2020) siang.
Dikatakan Ery, tidak tahu, makanya saya ini terkejut. Dikira saya sama dengan Kota, minimal Rp. 500 atau sama dengan Presiden Rp. 600, karena logikanya yang BLT itu untuk penanggulangan yang pencairannya selama tiga bulan.
“Apa lagi kalau ini satu bulan saja Rp. 200 berat, karena kalau satu keluarga itu ada 2 anak, suami dan istri jumlahnya jadi 4 orang, berarti satu orang itu Rp. 50 untuk kebutuhan hidup satu bulan. Bayangkan saja, Rp. 50.000 untuk satu bulan masih jauh,” ujarnya.
Pertama dengan BLT sebesar Rp. 200 itu sekali lagi, saya terkejut. Kirain bukan segituh, logisnya seperti Kota (Tasikmalaya) Rp. 500 atau Presiden Rp. 600, Gubernur Rp. 500.
“Karena Kabupaten itu dipertimbangkan dengan kesetaraan hidup dalam satu bulan dalam satu keluarga, bantuan tersebut bukan bukan untuk perorangan tapi adalah KK (Kepala Keluarga) jadi satu Kepala Keluarga dikasih BLT sebesar Rp. 200.000,” tegasnya.
Pertama kita berharap, terang Ery, agar pemberian BLT ini memenuhi Ajas Keadilan dan Pemerataan. Keduanya, kemudian jangan samapi pemberiannya itu salah sasaran. Namun disampaikan kepada orang-orang yang betul-betul memiliki hak, terutama meraka yang jompo, miskin atau yatim piatu dan yang kehilangan pekerjaan.
“Jadi yang betul-betul mereka terdampak dari Covid karena bantuan ini, bukan cuma-cuma dan pemberian ini diberikan langsung dari Pemerintah Daerah dengan anggaran APBD tahun 2020 sekarang yang direlokasi dari Pemerintah Daerah,” imbuhnya.
Menurut Ery, kalau seluruh (masyarakat menerima bantuan) saya kira engga, dan kalau yang sekarang datanya hanya 122149 KK, 122149 KK dikalikan Rp. 200.000 sekitar 24 Miliyar lebih.
“Tidak tahu, kenapa angkanya mesti 122.000 tidak semuanya dan kami berharap semua yang terdampak itu bisa mendapatkan Bantuan Tunai Langsung sehingga dalam suasana lebaran ini, paling tidak mereka biar mengurangi beban, karena masyarakat disatu sisi di suruh oleh Pemerintah untuk PSBB dan intinya harus mematuhi dengan diam dirumah, jaga jarak, jaga kesehatan dan pakai masker,” paparnya.
Ketika orang mengikuti saran Pemerintah, kemudian harus diam di rumah kan tidak bekerja dan ketika tidak bekerja tentunya tidak punya penghasilan.
“Setelah tidak bekerja mereka biaya hidupnya dari mana, karena biaya hidup itu tergantung sama pekerjaan dan padasaat ini makanya muncul BLT (Bantuan Langsung Tunai) membantu yang betul-betul sangat mebutuhkan untuk meringankan beban berat mereka karena dampak Covi ini,” tambahnya.
lanjut Ery, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di untungkan, karna masyarakat lagi musim panen.
“Coba kalau tidak lagi musim panen, masyarakat pasti menjerit,” pungkasnya.
Editor : Fauzi Balla Dewa.





