Pewarta : Yusrizal.
Inovatif89.com — Kecamatan Sukaratu telah mempunyai sebayak 226 RT Siaga, dan perlu di ketahui bersama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Minggu, tinggal menghitun jam.
“Pemudik yang sudah masuk ke wilayah Kecamatan Sukaratu sampai hari ini sebanyak 1784 orang, jumlah yang tidak sedikit, dan pemudik di Desa Tawangbanteng saja sudah mencapai 173 orang, itu perlu kita cermati semua,” ungkap Camat Sukaratu, H. Ria Supriatna, S.Sos., M.Si, ditemui usai menghadiri Apel Siaga penanggulangan Covid-19 di Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Jum’at (22/05/2020) sore.
Menurut Camat Ria, Kabupaten Tasikmalaya diprediksi Insyaalloh sampai hari Sabtu akan kedatangan para pemudik sebayak 6500 orang, dan itu jumlah yang luar biasa, sehingga saya merasa riskan untuk wilayah Kecamatan Sukaratu serta khususnya Desa Tawangbanteng, umumnya Kabupaten Tasikmalaya.
“Maka dengan kesiapan RT Siaga di posko wilayahnya masing-masing sebanyak 226 RT se-wilayah Kecamatan Sukaratu ini perlu mempersiapkan diri untuk pendataan dan yang paling pokok untuk mengawasi pelaksanaan Sholat I’d (Idul Fitri).
Perlu saya sampaikan, bahwa Bupati Tasikmalaya tidak melarang untuk pelaksanaan sholat I’d, dan agar bisa melaksanakan Sholat I’d dengan catatan, prioritas pelaksanaannya di lapangan, tidak memakai pasilitas sentra lapangan desa dan lapangan Kecamatan, itu tidak di perkenankan.
Tetapi akan diperkenankan di “PERSIAL” yaitu, di masing-masing ke RW an ataupun Kedusunan. Hal tersebut sudah disampaikan di Desa Indrajaya dan Tawangbanten, karena waktunya sudah mepet,” ujarnya.
Dikatakan Ria, untuk para Perangkat desa, RT, RW, agar supaya mempersiapkan tempat untuk pelaksanaan sholat I’d, akan di laksanakan dimana, dan Satgas Gugus Tugas ataupun RT Siaga supaya bisa memantau juga berkonsentrasi dipintu masuk, agar supaya bisa di cek suhu dan agar tidak bisa serta merta masuk tanpa segala arah, sehingg di setiap penjuru itu harus ada petugas khusus dan tolong agar bisa di fahami.
“Untuk orang yang baru datang langsung ikut melaksanakan Sholat I’d tanpa himbauan apa-apa dari petugas, tolong hal tersbut jangan sampai terjadi,” tegasnya.
lanjut Ria, karena menurut ilmu kesehatan yang berbahaya itu OTG (Orang Tanpa Gejala) jadi ketika ada yang terpapar Covid-19 maksimal 32 orang dan kita tidak tahu, bahwa yang mudik itu di tes secara Rapidnya betul negatif atau tidaknya. Bahkan ada kejadian malam kemarin di Perbatasan Tapal Kuda Salawu, secara rapid tes dua kali memang negatif tapi menurut tes SWAB, dia dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dan ini yang kami khawatirkan, sehingga untuk Para RT Siaga agar lebih waspada.
“Saya percaya, bahwa RT Siaga yang ada di wilayah Desa Tawangbanteng dan semua yang ada di wilayah Kecamatan Sukaratu “SIAP”, pungkasnya.
Editor : Fauzi Balla Dewa.





