Gunung Panyangrayan Jadi Ikon Desa Wisata Sukapura

Inovatif89.com — Membangun Desa Sukapura lebih maju, terutama di bidang Pendidikan, Pariwisat­a, dan Pertanian, serta sekarang sudah mulai dibangun Gunung Panyangrayan menjadi ikon Desa Wisata Sukapura.

“Gunung Panyangrayan seluas sekitar 5 hektar tersebut Alhamdulillah sedang ditata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), memang itu milik Pemerintah yang dikelola oleh Perhutani dan Insyaalloh kedepannya akan ada Mou (Nota kesepahaman),” ungkap Kepala Desa Sukapura Drs. Dely Sadily saat di temui dirumahnya di Kp. Sukahurip, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Selasa (02/06/2020).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Dely, Alhamdulillah dibidang pertanian semakin berkembang dalam bidang pepaya di Sadaukir Kedusunan Baru Mekar ditanah milik Perhutani dan sudah dilakukan Mou dengan pihak Perhutani.

“Bidang pendidikan keagamaan Al Hidayah, Alhamdulillah dengan adanya pengajian-pengajian di setiap DKM sewilayah Desa Sukapura satu bulan sekali dalam pelaksanaannya berjalan lancar dan selalu di padati jemaah sampai sekitar 500 jemaah selalu hadir,” ucapnya.

Masa pendemi sekarang ini, terang Dely, kebetulan Desa Sukapura masalah Covid-19 masuk kategori zona hijau, tidak ada yang terjangkit dan Alhamdulillah untuk dana pelaksanaan penanggulangan pencegahan Covid-19 di danai dari Pemerintah melalui program Dana Desa (DD) yang nominalnya dibawah satu miliyar.

“Besaran nominal untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) diambil dari DD tersebut sebesar 30 persen yang di salurkan kepada penerima manfaat sebayak 157 KK (Kepala Keluarga) Rp. 600.00 dari 33 RT. Masing-masing ke RT an mendapat 4/5 KK dan penerima manfaat ditentukan melalui hasil musyawarah ditingkat ke RT annya masing-masing,” imbunya.

Berbicara masalah tercover atau tidak, tentu tidak. Tapi berhubung Desa Sukapura katanya desa maju, sehingga berbeda dengan desa-desa yang lain yang ada di wilayah Kecamatan sukaraja, jadi bantuan-bantuan itu tidak maksimal dan hanya sedikit, beda dengan bantuan-bantuan ke desa yang lain.

“Misalkan contohnya, bantuan dari Provinsi yaitu, bantuan Gubernur hanya berjumlah 35 KK, dan tahap ke dua sebayak 31 KK serta tahap pertama sebayak 6 KK, itu pun ada yang ganda sebayak 2 KK. Pihaknya jujur dan beritahukan kepada petugasnya bahwa, data tersebut ganda, serta akhirnya di kembalikan lagi, sehingga yang berhak menerima sebayak 4 KK saja,” tambahnya.

Menurut Dely, bantuan dari Kemensos berjumlah 31 KK sebesar 600.000/KK yang di salurkan melalui kantor Pos dan JPS BLT APBD Kabupaten Tasikmalaya hanya sebayak 60 KK, langsung disalurkan kepada yang berhak/penerima manfaat.

“Pemerintah desa mengajukan bantuan Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) Bantuan Langsung Tunai (BLT) APBD Kabupaten Tasikmalaya berjumlah sekitar 820 KK namun yang meneriman hanya sebayak 60 KK, entah kenapa dan salahnya bagaimana kita tidak tahu,” ujarnya.

lanjut Dely, saya hanya ingin Covid-19 ini cepet selesai dan untuk para RT, RW, serta kepada yang ikut MUSRENBANGDes, minta maaf karena untuk tahun ini Dana Desa itu tidak di salurkan untuk infrastruktur atau pembangunan.

“Tapi di salurkan untuk BLT terdampak Covid-19, bahkan ada intruksi kedua akan di perpanjang sampai Desember, itu pun kalau tidak salah dan untuk perbulannya di rubah menjadi 300/KK selama 6 Bulan,” pungkasnya. [Yusrizal]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *