Diterpa Isu Jegal Program BSPS, Kades Cikadu Klarifikasi Pada Warga

Inovatif89.com – Terkait adanya isu menjegal dan mengalihkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke Desa Sukajadi, Kepala Desa (Kades) Cikadu melakukan klarifikasi kepada warganya, bertempat di Aula Desa Cikadu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Rabu (08/07/2020).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Inovatif89.com, berawal munculnya isu tersebut setelah adanya warga yang memegang draft yang di dalamnya terdapat penerima manfaat program BSPS di Kecamatan Cisayong yaitu, Desa Sukamukti dan Sukajadi. Dalam pelaksanaan proses klarifikasi berakhir ricuh dan dibubarkan.

Bacaan Lainnya

Anggota BPD Desa Cikadu Dede Iskandar di temui usai pelaksanaan klarifikasi dilingkungan kantor Desa Cikadu menyampaikan, yang dipertanyakan oleh masyarakat kenapa di desa yang lain turun, di Desa Cikadu gak? bahkan ada keterangan pengganti, Desa Sukajadi itu pengganti Desa Cikadu. Itu yang di pertanyakan masyarakat.

“Dulu sudah koordinasi dengan Pak Kuwu (Kepala desa) ranting itu (Ranting salah satu partai) dan ketika itu ranting disuruh mendata bareng-bareng, ternyata setelah mendata. Ia pernah berbicara itu bohong, hoax itu data, makanya ada kejadia seperti tadi. Jadi ada kesan ada yang menolak, bukan nuduh ini kan ada fakta, buktinya. ungkapnya Dede kepada wartawan.

Dulu bahkan sering, terang Dede, saya sebagai anggota BPD sering bertanya, dan tadi bertanya, bapak selama menjabat Desa Cikadu belum pernah menerima BSPS itu yang di pertannya, saya tolok.

“Lucu kan, mau satu mau dua kan itu ada kategori. Yang mengungkapkan kata menolak itu adalah Kuwu, padasaat itu saya konfirmasi ke pak Kuwu dan tadi juga sudah ngaku yaitu, daripada sedikit daripada ricuh, lebih baik saya tolak kan begituh. Sekarang yang bayak ada kesannya begitu juga, cuma ia bilangnya tadi tidak di tolak,” tandasnya.

Dikatakan Dede, ia pernah berbicara sama, yang punya saya ditolak karena takut suara saya anu, anu, (ini, itu) tidak tahu tujuannya apa? karena disini mau ada (Mejelang) Pilkades.

“(Awal muncul ricuh) Dia (Ranting dari PPP) bertanya/intruksi kepada Kuwu seharusnya jangan di potong dulu sama yang lain,” paparnya.

Harapan saya BSPS tetap, kan masyarakat butuh dan tadi masih ada kesempatan katanya bisa di usahakan, makanya tolong diusahakan. Masyarakan kan butuh, bayak bahkan sudah didata. tambahnya.

Sementara itu, Kades Cikadu Dendi Herdiawan mengatakan, Cikadu telah terealisasi SK -nya sudah keluar sebayak 50 unit rumah dan kita bersyukur perjuangan berarti ada hasilnya. Mungkin sebagai kesalahan mulut saya yang tidak bisa di kembalikan utau di cabut, kan suka humor “Kalau Misalkan Bantuan Saeutik Mah Kernaon Lah, Da Kuwu Mah, Hayang Mah Masyarakat Sejahtera” salah satu contoh dari Kemensos itu, bantuan yang sedikit.

“Lama-lama Sukamukti dan Cileuleus turun bantuannya Cikadu tidak. Saya pikir kalau melihat dari awal itu Cikadu masuk SK, masuk draft dan kemudian memanggil salah sorang lider dari partai PPP dengan meminta tolong menannyakan untuk mencari tahu kenapa Cikadu tidak,” imbuhnya.

Dikatakan Dendi, lider dari partai PPP tersebut datang lagi ke rumah saya dan katanya di jebal oleh Kuwu. Astaghfirullah kata siapa? Kapan saya bertemu dan siapa orangnya yang datang atau saya datanya kepada siapa, sehingga bisa bilang menjegal?

“Misalkan Kepala desa mengajukan, lantas kalau sudah ada di jegal itu gak logika dan kita diam sambil mencari informasi. Tiba-tiba dimasyarakat itu ramai, bantuan bedah rumah di jegal oleh Kuwu. Rame, reme di warga masyarakat, kita tidak terima dan mencari tahu darimana ini sumbernya ko bisa bilang dijegal serta saya tidak tahu mereka punya data,” ujarnya.

Sambung Dendi, mencari tahu dari mulai TA Pak Edi, terus datangi Desa Bojonggaok (Kec. Jamanis) itu salah satu timpengurusnya dari BSPS, jam 11 malam tidak layak bertamu karena saya terlalu panik dan (Mendapatkan jawaban) menjawab tidak tahu. Penasaran, besoknya lagi datang ke dewa Pak Nanang Romli, dan langsung ke Dinas ke pak Deni, bertanya kenapa Cikadu tidak muncul? karena ramainya di masyarakat, Cikadu di jegal oleh Kuwu, sehingga saya tidak terima.

“Sehingga hari ini melaksanakan kegiatan klarifikasi dengan menhadirkan dari Dinas, orang-orang yang perkompeten yang ada kaitanya dengan BSPS untuk menjelaskan kepada masyarakat, karena kalau saya yang berbicara/menjelaskan bisa saja tidak akan percaya karena sebagian sudah masuk isme,” katanya.

Menurutnya, konfirmasi ke Dinas tentang data dan mengeluarkan draft karena didalam draft tersbut tertera nama Kabid. Itu bukan draf dari saya, dan akan mencari tahu dari mana draft tersebut.

“Akan melapor ke Kepolisian karena pencemaran nama baik saya sudah tercemar di warga masyarakat, dan tidak terima atas dasar adanya data bahwa, saya menjegal. Kalau seandainya Dinas tidak merasa mengeluarkan data, dan merasa dicemarkan kenapa tidak, kita sama-sama lapor,” tegasnya.

lanjut Dendi, bukan terkait data yang di laporkan namun untuk mempertahankan harga diri, karena saya diinjury time jangan sampai dipolitisir oleh politik.

“Mudah-mudahan diantara semua warga kondusip, dan berharap kenyamanan, serta sebelum hari Senin nanti mereka bisa mengklarifikasi sama saya. Kalau salah mengakui salah, kalau khilap mengakui khilapnya, jadi itu sebenarnya simple, dan saya tidak mau mencelakan anak saya (Warga), kalau warga tersebut meminta maaf, ya pasti memaafkan,” pungkasnya. [Fauzi]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *