Pewarta : Yusrizal
Inovatif89.com – Para pengusaha tambak ikan di wilayah Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, mengeluhkan kualitas air sungai tercemar yang diduga akibat aktivitas galian pasir di Kaki Gunung Galunggung.
Seorang pengusaha tambak ikan, Arif Munandar dihubungi melalui pesan whatsApp kepada inovatif mengatakan, pertambangan pasir yang ada di Kaki Gunung Galunggung membuat kondisi air di kedua aliran sungai sangat kotor. Padahal dari kedua aliran sungai Cibanjaran dan Cikunir tersebut masuk ke kolam ikan milik saya dan warga di wilayah Desa Tawangbanteng.
“Tidak jarang juga yang mengandalkan aliran sungai untuk keperluan sehari-hari namun tidak bisa di gunakan. Apalagi sekarang kondisi air tersebut sangat kotor dan hitam pekat bercampur dengan lumpur,” ujar Arif Munandar kepada Inovatif melalui rekaman suara whasApp, Selasa (21/07/2020).
Menurut Arif, kotornya aliran sungai tersebut membuat ikan-ikan di kolam milik saya dan warga lainnya tidak berkembang dengan baik bahkan mati, serta kejadian ini bukan hanya kali ini terjadi melainkan sudah berjalan bertahun-tahun.
“Pokoknya setelah ramai penggalian pasir, kondisi air ke sini itu jadi rusak. Bukan hanya kerusakan lingkungan tapi juga kerusakan kualitas air,” ujarnya.

Para pengusaha tambak ikan, terang Arif, mengaku kerugian dengan kualitas air sangat kotor bahkan hitam pekat berlumpur.
“Kami masyarakat kecil merasa di rugikan dan seolah-olah tidak berdaya dengan aktivitas tambang pasir tersebut, dan dampaknya jelas sudah merusak kualitas air,” imbuhnya.
lanjut Arif, kami sudah bosan melaporkan ke berbagai intansi yang ada di wilayah hukum Kabupaten Tasikmalaya dan terutama ke Dinas Lingkungan Hidup tapi tidak ada tindak lanjutnya.
“Untuk itu, kami memohon bantuan kepada yang mempunyai kewenangan dalam hal ini agar bisa menuntaskan masalah ini yang selalu menjadi problema dan merugikan para pengusaha tambak ikan serta pertanian di wilayah Desa Tawangbanteng dan sekitarnya,” tandasnya.





