>

Terowongan Bekas Kereta Api Jaman Dahulu Dipoles Jadi Kereta Caffe

Inovatif89.com – Camat Sukaratu H. Ria Supriatna, S.Sos ., M.Si , memberikan konsep kepada anak-anak muda yang tergabung dalam Perhimpunan Parahita Work, pemanfaatan terowongan bekas kereta api yang beralamat di Kp. Sindanggalih Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat dipoles menjadi kereta caffe.

Terowongan bekas kereta api tersebut terkesan angker dan menyeramkan. Sehingga muncul pemikiran kami untuk meningkatkan penghasilan pemuda maupun masyarakat setempat dengan mendirikan atau membangun miniature kereta api (caffe berbentuk kereta) yang di beri nama kereta coffe yang nantinya akan menjadi pusat pengembangan perekonomian juga tempat santai ataupun meeting berbagai kalangan.

“Visi dari Parahita Work yaitu, menjadi pusat pengembangan perekonomian pemuda dan masyarakat setempat yang bertujuan meningkatkan potensi daerah yang di kemas dalam satu wadah, juga dalam rangka mendukung Pemerintah dalam mewujudkan one village one innovation atau one village one destiniaction,” harap Camat Sukaratu H. Ria kepada inovatif89.com saat ditemui di lingkungan kantor Kecamatan Sukaratu, Sabtu (05/09/2020) siang.

Sebagai Camat Sukaratu, terang Ria, motivasi agar supaya berkembang khususnya untuk wilayah Kecamatan Sukaratu dulu saja. Geopark Galunggung tidak bisa bersetatus geopark kalau tidak ada tiga (3) unsur yang mendukung.

“Pertama potensi wilayahnya bebatuan dan semuanya sudah jelas, kedua (2) yaitu, pemberdayaan obyek-obyek wisata yang ada di kembangkan kalau tidak ada dampak wisata di sekitar percuma ada geopark,” imbuhnya.

Menurutnya, contohnya ada curug orok yang mulai di kembangkan. Ketiga, pemberdayaan ekonomi harus ada perubahan tapi perubahan ini menguntungkan untuk masyarakat yang ada di wilayah Galunggung.

“Konsep tersebut seperti anak-anak muda yang tergabung dalam Perhimpunan Parahita Work yang ada di wilayah Sukaratu yang sekarang mau di garap,” paparnya.

Mengenai konsep saya, mengacu ke geopark karena di wilayah Sukaratu ini ada semacam kendaraan khusus wisata yaitu, Warawiri, untuk berwisata ke Galunggung tidak boleh memakai Bis karena sudah ada Warawiri.

“Konsep warawiri ini mengacu ke wisata yang ada di Candi Borobudur, jadi khusus kendaraan yang beroperasi di wisata Galunggung nanti sehingga harus di buat sentra-sentra agar supaya tertata dan menarik para pengunjung agar bisa menikmati suasana berwisata,” tambah Ria.

Secara kebetulan untuk saat ini ada pelopor dari anak muda mudi milenial yang berpotensi untuk mengembangkan perekonomian pemuda dan masyarakat tersebut melalui Perhimpunan Parahita Work,” tambahnya.

lanjut Ria, Perhimpunan Patahita Work agar bisa mengelola dan mengonsep area rel kereta api jaman dahulu tersebut agar supaya di manfaatkan menjadi tempat yang menarik dan tempat santai untuk semua kalangan agar tidak terkesan serem.

“Rel kereta api tersebut untuk di kelola dan dipoles menjadi seperti Caffee Break yang memiliki daya tarik untuk semua kalangan para penikmat kopi, minimal khususnya di wilayah Sukaratu,” pungkasnya.   (Yusrizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *