Inovatif89.com , TASIKMALAYA — Bertempat di Bumi Perkemahan Pasir Walen Jalan Kraha Bodas Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, komunitas peduli lingkungan Karaha bodas Comunity melaksanakan gerakan penanaman 1000 pohon pada Sabtu dan Minggu 30 – 31 Januari 2021.


Pelaksanaan kegiatan ini adalah merupakan agenda kegiatan rutin tahunan setiap bulan Januari dan Februari.
“Dengan tujuan tetap mengarah ke alam dan tetap memiliki sistem konsistensi terhadap alam, ini karena kita butuh alam,” ungkap Ketua Komunitas Karaha Bodas Comunity sekaligus sebagai Ketua penyelenggara Ceper Mora kepada awak media saat ditemui di lokasi, Minggu (31/01/2021).
Menurut Ceper, untuk yang lebih mendasar kita lihat potensi tempat memang layak di tanami pohon. Kami sebagai komunitas peduli lingkungan merasa terbantu dari pemerintah untuk kegiatan mulai tahun 2021 ini .
“Kami menanam 1000 pohon di areal Bumi Perkemahan Pasir Walen, dan 100 pohon ditanam di sumber-sumber mata air. Jenis-jenis pohon yang ditanam yakni, picung, kemiri, muncang, dan kayu putih,” paparnya.
Kami juga bekerjasama dengan Polsek Bandung yang memberikan bibit-bibit tanaman yang hampir punah untuk di budidayakan juga disini.
“Berharap untuk kedepannya anak cucu kita tidak manangis karena sumber mata air tidak ada atau tidak mau mata air menjadi mata air,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil kepala bidang sarana prasarana Kwaecab Kecamatan Kadipaten H. Edi menjelaskan, lahan Bumi Perkemahan ini yang sekarang ditanami pohon adalah milik Kwarcab Kadipaten.
“Karena ini merupakan tanggung jawab saya, dalam rangka melestarikan pohon-pohonan dan sekaligus mengantisipasi longsor maupun banjir. Maka dari itu kita sama-sama dengan komunitas peduli lingkungan untuk mengadakan penghijauan,” imbuhnya.
Saat ditanya tentang komunitas apa saja, Edi mengatakan, komunitas banyak sekali. Ada komunitas peduli lingkungan Karaha Bodas Comunity, kemudian dari Pemuda Pancasila (PP), namun tidak bisa menyebutkan satu-persatu karena saya kurang tahu, tetapi yang jelas lebih dari 10 komunitas.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya komunitas peduli lingkungan, dengan otomatis kita mencintai lingkungan sekaligus merawat dari pada lingkungan karena kita butuh lingkungan yang nyaman, sumber air yang banyak kemudian jauh dari pada banjir,” pungkasnya. (0089).





