Jalan Rusak di Rajapolah Ditanami Pohon Pisang

Inovatif89.com , TASIKMALAYA — Diduga kesal tak kunjung diperbaiki, jalan rusak di Kp. Pangligaran  Desa Rajapolan  Kecamatan Rajapolah  Kabupaten Tasikmalaya  Provinsi Jawa Barat, ditanami pohon pisang.

Hasil pantauan inovatif89.com di lokasi, nampak beberapa pohon pisang ditanam di tengah jalan yang kondisinya rusak parah, sedang sebagian jalan khususnya ditanjakan yang terletak di wilayah Kp. Karangmulya RT 04 RW 02 Desa Rajamandala Kecamatan Rajapolah sedang di perbaiki dengan cara di rabat.

Dua orang pemuda yang tidak mau jati dirinya di sebutkan ditemui di lokasi mengatakan, perbaikan jalan dilakukan secara swadaya sudah selama 3 (tiga) hari serta Pemerintah datang kesini dan memberikan bantuan.

“Prihal penanaman pohon pisang ditengah jalan yang terletak di Kp. Pangligaran terjadi kemarin sore, mungkin masyarakat kesal karena tak kunjung di perbaiki,” ujarnya kepada inovatif89.com , Rabu (03/02/2021).

Selain itu, Kepala Desa Rajamandala  Enjang Jalaludin, SH, ditemui di kantornya mengatakan, jadi memang jalan itu adalah jalan Kabupaten (Jl. Rajapolah – Calingcing) bahkan menghubungkan beberapa desa dan kecamatan, Kecamatan Sukahening dan Rajapolah.  Desa Rajamandala, Rajapolah (Kecamatan Rajapolah) terus ke (Desa) Banyurasa (Kecamatan Sukahening).

“Itu kan kewenangannya mutlak ada di Kabupaten karena posisinya ada di Kabupaten sehingga Pemerintah desa itu tidak bisa untuk memperbaiki jalan tersebut dari anggaran yang masuk ke desa.  Kalau misalkan jalannya di hibahkan ke desa tentunya kami bisa mengupayakan (perbaikan) jalan tersebut apakah itu sebagian, dulu kan itu bisa teknisnya namun karena kondisinya yang semakin rusak parah/berat,” ungkapnya.

Menurut Enjang, apalagi jalan ini adalah akses jalan yang sangat luar biasa dibutuhkan oleh masyarakat, pedagang yang setiap hari bahkan dari mulai pukil 2 (dini hari) itu sudah ramai (dilintasi pengendara) yang pergi ke pasar “Goengan ka palasar” (pedagang warungan ke pasar).

“Sedangkan kondisinya rusak parah, ini salah satunya dapat membahayakan warga yang melintas di jalan ini, jalan Kabupaten ini,” katanya.

Nah jadi upaya selama ini dari pihak Pemdes (Pemerintah desa), terang Enjang, salah satunya menggerakan partisipasi swadaya dari masyarkat.  Alhamdulillah sudah 2 (dua) kali yang pertama pas pudunan (turunan) jalan yang menghubungkan dengan Desa Banyurasa tepatnya di Kampung Tonjong itu sekitar 50 meter dan itu murni swadaya masyarakat yang di motori oleh pihak Pemdes.

“Lalu yang sekarang lagi di laksanakan di Kampung Karangmulya, Alhamdulillah berkat partisipasi dan dukungan dari masyarakat walaupun masih keterbatasan tapi setidaknya dapat memperbaiki sedikit-sedikit jalan yang dianggap sangat parah rusak berat.  Ya itu salah satu bentuk swadaya partisipasi dari masyarakat,” tuturnya.

Kami dari pihak Pemdes khususnya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh warga masyarakat yang telah ikut berpartisipasi melalui swadaya, memlalui gotongroyong. tambahnya.

lanjut Enjang, berharap kedepannya Pemerintah lebih memperhatikan kondisi atau keadaan infrastuktur jalan Kabupaten ini karena ini sudah beberapa tahun.

“Lebih dari 6 (enam) tahun bahkan setiap tahun di prioritaskan, itu melalui Musren tingkat Kecamatan diprioritaskan nomor satu namun sampai saat ini belum terealisasi,” tandasnya.   (0089).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *