Tinjau Lokasi Banjir Desa Dangiang: Wabup Garut Himbau Melakukan Pnghijauan di Hulu Sungai

Inovatif89.com, GARUT — Wakil Bupati (Wabup) Garut dr. Helmi Budiman terjun langsung ke lokasi benca banjir bersama SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, dan Dinas Sosial (Dinsos) Garut beserta relawan lainnya.

“Kami mendapatkan informasi tadi malam jam 4 (8 Febuari 2021) terjadi banjir di Desa Dangiang, kami langsung mengirimkan tim dari BPBD (dan) Dinas Sosial kemudian juga tentu tim dari Kecamatan juga sama saya terjun langsung ke lapangan dan sampai hari ini mereka masih bekerja,” ujar Helmi kepada awak media dilokasi bencana banjir di Desa Dangiang Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Selasa (09/02/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurut Helmi, tidak ada korban jiwa ataupun penyintas yang sakit dalam bencana ini.

“Tentu kami mencari di sini yang pertama adalah Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kemudian tidak ada korban yang sakit karena banjir bandang saya cari barusan langsung melihat ke lokasi,” ucapnya.

Ia mengatakan, banyak barang-barang warga seperti peralatan dapur, pakaian, dan tempat tidur terbawa hanyut oleh banjir ini.

“Jadi memang di sini yang dibutuhkan itu adalah pakaian, peralatan dapur, kemudian peralatan tidur yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami juga dari Pemerintah Daerah (Pemda) ke sini membawa peralatan tidur, ada kasur, kemudian ada alat dapur, dan kita juga terus secara bertahap terus melakukan upaya-upaya bagaimana supaya bencana ini bisa kita tanggulangi,” ungkap Helmi.

Helmi mengimbau, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan penghijauan di hulu sungai untuk mengantisipasi banjir di kemudian hari.

“Terkait dengan fasilitas, sarana prasarana ternyata penyebab banjir ini adalah memang barusan saya mendengar dari Kepala desa di hulu sungai sudah tidak ada tanaman keras, sudah mulai hilang diganti dengan tanaman-tanaman sayuran. Ini juga kami menghimbau pertama yang dahulu untuk kembali melakukan penghijauan di hulu sungai, palig tidak masyarakat beralih menanam kopi,” ujarnya.

Selain berkurangnya tanaman keras di hulu sungai, terang Helmi, adanya pohon yang melintang membuat air sungai meluap ke pemukiman warga.

“Kami menerima laporan juga dari BPBD, bahwa ada pohon yang melintang di bawah jembatan sehingga air meluap ke perkampungan. Kita konsultasikan dengan ahli bagaimana caranya agar ini tidak terjadi lagi karena ini pun ini baru pertama, ya sebelum-sebelumnya saya tadi tanya bahwa disini baru pertama terjadi banjir,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Helmi juga mengapreasiasi para relawan yang sudah membantu membersihkan rumah warga dari material bekas banjir.

“Terimakasih untuk relawan yang membantu mengevakuasi barang maupun membersihkan rumah-rumah yang terkena banjir bandang tersebut,” pungkasnya.

Diketahui bersama bahwa banjir yang menerjang Desa Dangiang ini terjadi pada Senin sore 8 Febuari 2021, dengan adanya banjir diharapkan warga untuk tetap waspada di musim penghujan ini. (0089).

Sumber : Diskominfo Kab. Garut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *