TASIKMALAYA — Bertempat di Aula kantor Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Tasikmalaya telah dilaksanakan pemilihan ketua Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2021-2023 secara tertutup melalui proses voting yang diikuti oleh 3 (tiga) kandidat calon, pada Jum’at 28 Mei 2021.
Ketua Organda terpilih Pergantian Antar Waktu (PAW) Kabupaten Tasikmalaya Jajang Iskandar menjelaskan, bahwa struktural yang siap mengikuti pencalonan hanya 3 orang dan proses pemilihan dilaksanakan secara tertutup melalui voting oleh perwakilan sebanyak 35 orang perwakilan anggota Organda.
“Hasil perolehan suara masing-masing calon yakni, Jajang Iskandar kandidat nomor urut 1 meraih suara terbanyak dengan jumlah 25 suara, Arif Rahman (Penasehat Organda) nomor urut 3 meraih sebanyak 6 suara dan H. Aap nomor urut 2 meraih 4 suara,” ungkap Jajang saat ditemui di kantornya, Senin (31/05/2021).
Jajang mengatakan, menjabat ketua terpilih selama sekitar 3 tahun sampai 30 Desember 2023. Kedepannya kita bekerja sesuai tupoksi, Organda itu membina pengusaha dan menyampaikan impormasi dari Pemerintah kepada pengusaha angkutan jadi nyambung. Karena saya berangkat dari Paskat sebagai ketua umum.
“Pengalaman saya beberapa kali pemilihan ketua Organda selalu di dominasi oleh KKU dan KKSU, kalau di masyarakat itu lebih dikenal dengan nama ketua jalur. Mewakili 2/3 pengusaha sehingga terutama angkutan umum kondusif/setorannya bagus berarti kerja kita ada dan dapat dirasakan oleh pengusha,” ucapnya.
Mohon dukungannya, terang Jajang, saya memiliki niat agar Organda selalu ada karena yang kebelakang-belakang itu antara ada dan tidak ada, logikanya yang realita saja kebanyakan urusan di jalan salah satuya kecelakaan, antara Rumah sakit dan Kepolisian saja secara tidak langsung ini sudah menjadi pekerjaan kita.
“Tatkala ada kecelakaan secara langsung itu ketua Organda yang paling terdepan karna sudah suatu kewajiban, misalnya di jalur Salawu sudah berkewajiban di jalur adalah anggota Paskat nya dan Insya Allah sekarang akan ada, sedikit demi sedikit akan ditingkatkan,” paparnya.
Dia menegaskan, sudah memberikan arahan kepada supir batangan agar jangan memberikan mobil kepada sopir tembak yang belum memiliki SIM dan KTA, namun kadang yang namanya di lapangan susah namun kedepannya itu kita akan tertibkan.
Jajang menambahkan, stuktural di organda sebanyak sekitar 15 orang dan sekarang untuk 2/3 akan di susun dulu biar lebih pas, karena kalau yang kemarin bahkan ada orang-orang yang tidak di konfirmasi dulu langsung di tulis.
“Sekarang kita lebih ketat, dilihat dari kemampuan dan ditanya siap tidaknya untuk masuk di struktural, serta dijelaskan kerjanya. Struktural yang kemari selama 2 tahun agak kacau. Berharap kepengurusan Organda yang sekarang lebih baik dan lebih maju untuk kedepannya,” pungkasnya.





