TASIKMALAYA — Guna membangkitkan dan mengembangkan berbagai komuditas dan hasil produksi sektor pertanian khususnya budi daya Kopi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya melalui program Sosial Bank Indonesia menyerahkan bantuan kepada dua kelompok Tani di Cigalontang, bertempat di Kampung Kiarabongkok Desa Puspamukti Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Senin (31/05/2021).
Dalam kesempatan itu selain penyerahan bantuan kepada dua Kelompok Tani yakni, Kelompok Tani Puspa Rahayu berupa pembanguan gudang produksi, rumah jemur, dan peralatan pertanian, dan bantuan yang diberikan kepada kelompok Tani Sri Mukti 1 berupa peralatan pertanian, juga peresmian rumah jemur dan gudang kopi.
Kegiatan peresmian rumah jemur dan gudang kopi pada klaster kopi Gunung Raja Kecamatan Cigalontang ini tentunya merupakan salah satu wujud nyata dari program yang disebut dengan dedikasi Bank Indonesia untuk Negeri juga kepedulian Bank Indonesia Jawa Barat dalam upaya pengembangan UMKM yang diwujudkan dengan pemenuhan pemberian bantuan sarana tersebut untuk mendukung pengembangan usaha klaster kopi.
“Ini tentunya selaras dengan rekomendasi kami, untuk mendorong pengembangan dari sisi produsen sebagai sektor utama ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya. Pengembangan UMKM khususnya yang menghasilkan produk berorientasi ekspor dan sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Herawanto dalam sambutannya.
Herawanto mengatakan, sebagaimana diketahui saat ini kondisi pandemi masih ada di bumi Indonesia termasuk di Cigalontang. Semua harus selalu waspada, karena dampak pandemi dirasakan luar biasa di tahun 2020. Indonesia termasuk Jawa Barat mengalami kontraksi di kuartal II tahun 2020, yang kemudian secara berangsur kembali ke tren pulih.
Sekarang kontraksi semakin mengecil dan semoga seterusnya semakin baik, apalagi dengan gerak dan semangat masyarakat Cigalontang. Tentunya pemulihan tren ini harus diiringi dengan prokes yang harus tetap diperhatikan.
Pihaknya terus menggaungkan 5 kunci pemulihan ekonomi, termasuk juga untuk Kabupaten Tasikmalaya. Pertama membangun positif mainset, menjaga kelangsungan pasar, mendorong sisi produsen agar terus bergerak, medorong daya beli masyarakat, dan digitalisasi ekonomi.
“Jika melihat Tasikmalaya, pangsa perekonomiannya diukur sekitar 1,8 persen dari perekonomian Jawa Barat. Ini angka masih kecil, artinya potensi untuk ditingkatkan itu lebih terbuka. Terlebih di sini merupakan daerah pertanian, lumbung pangan dan berbagai produk kreatif seperti kopi,” ucapnya.
Menurutnya, yang harus terus di dorong. Jadi angka 1,8 persen jangan dianggap sepele, namun ini potensi untuk terus dibesarkan tentunya di dorong dengan kebijakan yang tepat, karena jika tidak tepat seperti misalnya sawah akan menjadi bangunan yang tidak produktif.
“Kegiatan ekonomi yang terjadi seperti kopi sangat optimal. Tentunya jika melihat sektor pertanian, ini sektor yang menyediakan lapangan pekerjaan yang terbesa di Kabupaten Tasikmalaya dengan catatan sebesar 45 persen,” ujarnya.
lanjut Herawanto, ini potensi luar biasa yang harus di garap bersama dan dari sisi komoditas unggulan dari sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya khusus orientasi ekspor, bukan hanya kopi namun juga ada Manggis dan padi organik.
“Ini sangat prospektif di daerah Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.





