Uang Tabungan Siswa di Kecamatan Cijulang Belum Cair, Tunggu Penjualan Aset

Foto; Ilustrasi. //Sumber; Kabarrakyat.id. //Fauzi.

PANGANDARAN — Siswa Sekolah Dasar (SD) berlomba-lomba dalam menabung, hampir setiap hari sedikit demi sedikit selama 6 tahun dikumpulkan, dan dibagikan lebih awal sebelum acara perpisahan kelas 6. Namun lain halnya yang terjadi di wilayah Kecamatan Cijulang, sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa, pasalnya hingga saat ini belum dibagikan.

Kepala sekolah SD Negeri 1 Cijulang Syamsudin, S.Pd, membenarkan adanya masalah dengan uang tabungan siswa, yang sampai saat ini belum dibagikan. Uang tersebut dikelolah oleh Koperasi Guru Tunggu (KGT) Kecamatan Cijulang.

Bacaan Lainnya

“Diduga koperasi yang sudah di percaya mengelola uang tabungan siswa mengalami Kolep, sementara pembayaran kepada siswa masih menunggu penjualan aset Koperasi tersebut laku dijual,” ujarnya Syamsudin saat ditemui wartawan dikantornya SDN 1 Cijulang Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (12/06/2021).

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah salah satu orang tua siswa yang tidak disebutkan namanya, mengaku kecewa. Akibat kejadian tersebut anak saya lulus SDN 1 Cijulang tahun 2019 lalu, jumlah tabungan sekitar Rp. 44 juta sampai sekarang masih ada Rp. 30 juta belum terbayarkan.

“Padahal sudah 2 tahun dari pelulusan dan saya sudah merasa bosan menanyakan uang tabungan, jawabannya tetap menunggu hasil penjualan aset koperasi ada yang membeli,” ungkanya dengan nada kesal.

Dia mengatakan, ada sekitar tujuh siswa lagi yang belum dibayarkan. Padahal anak saya menabung kepihak sekolah SDN 1 cijulang bukan ke koperasi, harusnya pihak sekolah harus bertanggung jawab.

“Apabila pihak sekolah tidak ada solusi, orang tua akan lapor ke dinas terkait,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *