TASIKMALAYA — Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP, sedikit masukan sebelum kepada kepala desa, saya ke Pak Kabag dulu rasanya perlu kita melakukan singkronisasi pemaham dengan para kepala desa dan Pak Sekda, apakah ini anggarannya ada atau tidak? Kalau DPRD sering di Diklat, terus-terusan.
“Kepala desa juga perlu dilakukan Diklat khusus untuk memahami dan lebih menjiwai permasalahan-permasalah, karna pada akhirnya kepala desa bukan hanya sebagai pigur saja semata-mata. Tetapi bapa ibu sekalian adalah simbol negara itu sendiri, adalah wujud dari Pemerintah yang dapat di jangkau paling dekat dengan masyarakat,” ungkap Ade dalam sambutannya pada kegiatan pengambilan sumpah dan pelantikan kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa serentak tahun 2021, di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/06/2021).
Ade mengatakan, Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) melalui sebuah pemilihan itu adalah sare’at yang pada akhirnya negara lah yang mengangkat.
“Silahkan bapa ibu baca, pada akhirnya bapa ibu di angkat oleh negara/Pemerintah, hakekatnya adalah amanah dari Allah SWT yang harus di pertanggung jawabkan lahir batin dunia dan akhirat. ujarnya.
Ia menambahkan, Bapa (Kepala desa) adalah simbol dari Pemerintah yang paling kecil di Republik kita ini, bukan hanya simbol saja adalah penyelesai masalah. Presiden tidak punya rakyat, Gubernur tidak punya rakyat, Bupati tidak punya rakyat, bapa (Kepala desa) yang punya rakyat.
“Kami Pemerintah daerah dan seluruh jajaran pada akhirnya harus sinergi yang tadinya kita tidak tau, kedepannya harus tahu. Kita harus seirama, ini lah yang harus kita lakukan di Kabupaten Tasikmalaya, tidak ada Tasik maju tanpa desa desanya maju,” pungkas Bupati Ade.





