TASIKMALAYA — Tercatat sebanyak 42 orang dari 4 kampung di Desa Tanjungpura, terkonfirmasi positif Covid-19.
Sebelumnya terdapat warga yang meninggal, pihaknya kemudian mengambil langkah untuk melakukan tracking, lalu swab massal.
“Di situ barulah muncul puluhan warga yang dinyatakan positif covid-19, satu orang diantaranya meninggal dunia. Sisanya sembuh dan sebagian menjalani isolasi mandiri,” ungkap Kepala Desa Tanjungpura Ujang Hartono kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/06/2021) siang.
Ujang mejelaskan, untuk pelaksanaan swab massal itu diantaranya di Kampung Narunggul tempatnya di Posyandu, Kampung Cibengang di Madrasah Nurul Huda, Kampung Cijambu di Madrasah, Kampung Jetung di Madrasah.
“Warga yang terkonfirmasi Covid-19 itu merupakan klaster Imtihan, klaster Diniyah, klaster Mudik, klaster Ibu Hamil. Khusus untuk klaster ibu hamil ada dua orang, namun itu sekeluarga dan sekarang satu ibu hamilnya sedang isolasi mandiri di Puskesmas,” imbuhnya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bahan pokok beras, minyak, gula, teh, dan vitamin untuk disuplay ke masyarakat yang terpapar Covid-19.
“Nanti akan di lihat lagi dan akan terus dipantau. Untuk penanganan dan pemasok makanan biarkan dari Pemerintah Desa, sedangkan warga disarankan diam di rumah,” ucapnya.
Sebelumnya, Ujang mengaku kecolongan, Pasalnya ketika adanya Covid-19 itu, bukan mendapatkan informasi dari puskesmas. Melainkan dari klinik Ciamis, tepatnya dokter Yudi yang telat memberikan informasi ke pihak Desa.
Sehingga, saat itu tidak langsung melakukan tracking. Seandainya langsung cepat memberitahu ke pihak Gugus tugas desa, itu bisa secepatnya melakukan tracking. Pasalnya, sebelumnya pun jika ada informasi baik dari klinik manapun melalui Puskesmas, pihaknya cepat bertindak untuk mengisolasi klaster-klaster tersebut.
“Yang ke klinik itu merupakan warga Kampung Cibengang dan Narunggul, mereka datang ke klinik Cihaurbeuti Ciamis. Kami tidak mengetahui bahwa di sana warga kami ada yang kena Covid-19, jadi informasinya telat,” kata dia menjelaskan.
Ujang mengimbau kepada masyarakatnya, seandainya ada keluhan di minta untuk menginformasikan ke desa dan yang paling inti, lebih baik mencegah daripada mengobati.
“Protokol kesehatan harus di jalankan jangan diabaikan, baik itu mencuci tangan, memakai masker dan menjauhi kerumunan,” ujarnya.
lanjut Ujang, jika tidak terlalu penting dan seandainya keluar rumah tetap harus menggunakan masker. Ketika pulang ke rumah pun, langsung mencuci tangan. Memang pasca idul Fitri ini luar biasa, bahwa semua tidak bisa mendeteksi virus yang datang ke Tasikmalaya dari kota atau dari tempat wisata.
“Kami minta msyarakat jangan menyepelekan. Kenapa kami mengadakan swab massal? Pasalnya tidak tahu letak virus itu di mana, terus perkembangannya seperti apa. Saya bersyukur masyarakat begitu patuh dan sekarang diam di rumah. Termasuk yang tidak terjangkit juga mensupport agar sama-sama bekerja dengan gugus tugas RT, gugus tugas desa dan gugus tugas kecamatan beserta Puskesmas,” pungkasnya.





