TASIKMALAYA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan program pembinaan dan pengembangan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya. Pelaksanaan koordinasi di bidang ketahanan ekonomi, sosial budaya dan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di daerah, tahun anggaran 2021.
Kegiatan tersebut di selenggarakan di Gedung Olahraga Desa Sukapancar, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Selasa (22/06/2021).
Kami sangat mendukung penuh dan berterimakasih kepada Badan Kesbangpol Kabupaten, dimana sudah sesuai dengan instruksi Presiden.
“Sudah menjalankan apa yang diamanatkan oleh Presiden, bahwa seluruh Kementerian, Lembaga termasuk Pemerintah harus melaksanakan fasilitasi,” ungkap Sub koordinator pencegahan dan pemberdayaan masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya Ridwan Jumiar Sarswadi kepada awak media, saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan program pembinaan dan pengembangan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya.
Menurut Ridwan, ini Wujud fasilitasi dalam hal pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran pengggelap narkoba. Memang kalau dipandang dari sisi anggaran yang ada di BNN untuk melakukan sosialisasi seperti ini, kami juga ada keterbatasan. Misalkan untuk menjangkau semua daerah yang ada di Kota – Kabupaten Tasikmalaya.
“Tapi dengan adanya kegiatann ini, kami sangat berterimakasih telah difasilitasi oleh badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya,” ucapnya.
Ia mengatakan, untuk hasil ungkap kasus di tahun kemarin saja yang berhasil dan ini data dari BNN saja, karena untuk data dari Kepolisian, kami tidak mengetahui secara pasti. Kami dari BNN targetnya satu Lkn atau satu jaringan bukan orang per orang dan berhasil mengungkap 6 jaringan dengan total yang terlibat, baik pecandu penyalahgunaan maupun jaringan itu sekitar 25 orang.
“Makanya sangat luar biasa sekali kondisi di Kota – Kabupaten ini, yang awalnya memang sebagai tempat transit saja. Misalkan dari kota besar kota Bandung transit di kita untuk diedarkan ke kota lainnya, tetapi dengan melihat angka ungkap kasus ini, bahwa Kota Kabupaten Tasikmalaya ini sekarang menjadi tujuan,” paparnya.
Kemarin, terang Ridwan, adanya penggerebegan pabrik Heksimer atau Doble y dan Doble l,atau Doble l di kota Tasikmalaya itu jumlah produksinya 700 butir perhari. Nah itu untuk edar di Kota Kabupaten kita.
“Kemudian yang sebelumnya ada pabrik PCC di Kawalu, jumlah produksinya 2 juta butir perhari. Itu juga disinyalir untuk mengedarkan di Kota Kabupaten. Mungkin itu sebagai gambaran,” imbuhnya.
Ridwan menambahkan, kasus pecandu memang yang kami tangani, itu meningkat di masa-masa pandemi ini. Bukannya menurun, karena mungkin aktifitas dibatasi jadi ada kecenderungan orang-orang yang penyalahguna ini adanya stres yang tinggi.
“Kemudian kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya, makanya banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk peningkatan sampai sekitar 50% dari tahun lalu,” tandasnya.
lanjut Ridwan, kami menyampaikan bahwa kita mulai memerangi narkoba itu dari suku keluarga dulu, jadi jaga semua keluarga kita jangan sampai ada yang terlibat masalah penyalahgunaan narkoba.
“Kalaupun sudah ada yang terlibat, itu harus di fasilitasi untuk direhabilitasi dan itu tidak ada biaya sepeser pun, itu ditangani oleh negara,” ujarnya.





