TASIKMALAYA — Ormas Buah Batu Corps (BBC) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Senin (28/06/2021) siang. Terkait adanya dugaan salah satu oknum Dinas Pertanian yang meminta sejumlah uang kepada kelompok tani penerima bantuan ternak sapi yang bersumber dari Bantuan Provinsi tahun 2018.
Ketua Generasi Muda Ormas BBC Kabupaten Tasikmalaya Yudhi Adirahmatilah menyampaikan, untuk agenda ke 2 (dua), kami tidak puas dengan segala bentuk klarifikasi perwakilan dari dinas pertanian. Karna memang hari ini yang kita inginkan dari pada tuntutan aksi yang pertama, untuk di hadirkan satu oknum dari pada dugaan yang kita duga.
“Yang berinisial (W) tersebut tidak bisa hadir, maka akan melakukan secara proses aturan secara hukum. Kita meminta terhadap APH juga sebagai Tipikor untuk memanggil ataupun menyelidiki terkait persoalan program ini,” ujar Yudhi kepada awak media ditemui usai menggelar aksi.
Ia mengatakan, ini menjadi sebuah catatan juga bagi dinas pertanian, kita akan terus melakukan proses-proses pengkajian terkait persoalan hukum, karna memang ini sudah ada dugaan dan kami sudah memiliki bukti bahwa adanya gratipikasi pungli yang didapat melalui rekaman pengakuan dari salah satu ketua kelompok. Mengakui bahwa mereka ada gratipikasi senilai Rp 25 juta.
“Alasan (oknum) bernisial W tidak datang karna di takutkan kalau hari ini mengundang kerumunan di hadapan masa aksi, dan di takutkan ada hal-hal di luar dugaan. Yang di takutkan ada keos ataupun keluar dari pada aturan gerakan, itu yang di khawatirkan oleh dinas,” ungkapnya.
Menurut Yudhi, tapi Alhamdulilah saya sebagai Korlap yang sudah mempersiapkan kosekwensi tersebut seolah-olah ini tidak di hargai. Artinya persiapan kemarin tuntutan aksi yang pertama dan aksi yang ke dua dinas ini, seolah-olah bermain dengan kita. Tidak di hargai karna tuntutan kita itu, tidak terpenuhi.
“Selanjutnya akan menunggu pemanggilan dinas untuk memanggil ketua kelompok ataupun pihak-pihak yang lain yang kita duga, untuk bisa duduk berdiskusi dan klarifikasi dari keseluruhan pelaksana program tersebut,” ucapnya.
Untuk pelaporan mungkin kita akan menunggu dulu klarifikasi dari pada oknum dan dinas, kalau memang hari ini dugaan ini sudah menyangkut tentang persoalan benar adanya gratifikasi, bahwa kita akan melakukan ke jalur meja hijau. tambah Yudhi.
Sementara itu, Plt Kabid perternakan Ir. Eddy Abdul Somadi menyampaikan, saya tanggapi dengan positif tentang unjuk rasa ormas BBC itu tidak lain hal-hal untuk kelancaran dalam penyaluran bantuan ternak. Cuma yang belum di pahami secara umum tadi sudah di ucapkan, bahwa kalau ada ternak mati di kelompok yang sudah tidak ada itu seolah-olah kami yang di salahkan.
“Padahal bantuan itu bantuan hibah, yang namanya bantuan hibah itu kita lepas tidak ada embel-embel. Misalkan setiap bulan atau tahun harus setor ke dinas itu tidak ada, jadi adapun kalau misalkan di lapangan terjadi kematian ataupun hilang, itu tanggung jawab mereka,” jelasnya.
Soal oknum yang tidak bisa di hadirkan, terang Eddy, itu karna kami harus klarifikasi dulu soal salah atau tidak, itu harus di buktikan dengan keputusan Pengadilan.
“Saya katakan masalah ini, masalah aib kalaupun misalkan yang di tuduhkan itu benar adanya tidak perlu di uar-uar. Kita proses aja secara hukum, laporkan aja kepada pihak yang berwenang! Soalnya kalau di hadirkan sekarang mending kalau misalkan benar tapi kalau tidak salahnya, dia sudah terlanjur nama baiknya tercemar,” tegasnya.
lanjut Eddy, kami tadi sudah arahkan kalau berdiskusi berbagai pihak yakni BBC, dinas, dan kelompok yang bersangkutan, itu forumnya jangan seperti tadi. Tapi forum berdiskusi, kalau berdiskusi kan enak, kalau ada data yang kekurangan cari dulu.
“Santai kalau seperti ini, kan kalau data kurang kalau carinya agak lama kan tidak enak. Tidak perlu tenar, tidak perlu sangar yang penting urusan lancar,” pungkasnya.





