Wabup Tasikmalaya Apresiasi Terselenggaranya Rembug Stunting 2021

Wabup Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin,S.Pd., M.AP, menyampaikan sambutan dalam kegiatan Rembuk Stunting. Foto/dok : Diskominfo. //Dede Pepen.

TASIKMALAYA — Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting dalam kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Rembuk Stunting tingkat kabupaten di Aula Wiradadaha Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada Rabu 30 Juli 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri secara hybrid meliputi luar jaringan oleh perwakilan DPRD, SKPD, Kecamatan, Puskesmas, dan Desa, selain itu juga diikuti melalui vidio confrence.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati (Wabup) H. Cecep Nurul Yakin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya rembuk stunting. Saat ini di Kabupaten Tasikmalaya terdapat balita gizi kurang 14.5 persen, balita kurus 7.7 persen, dan balita pendek 33.8 persen. Sedangkan prevelensi balita pendek telah turun 8 persen dalam kurun waktu 5 tahun.

“Sehingga diperlukan penanganan yang lebih serius dan kerjasama semua pihak agar target nasional balita pendek, turun 14 persen tercapai di 2024,” ujarnya.

Cecep mengatakan, Pemda berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, berkepribadian dan berakhlakul karimah, guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan desa.

“Pengentasan stunting untuk menyelematkan manusia, sesuai amanat Permendes Nomor 13 Tahun 2020 tentang Skala Prioritas Penggunaan Dana Desa minimal 10 persen anggaran desa untuk pengentasan stunting dapat diimplementasikan di Kabupaten ini,” terangnya.

Ia menambahkan, pembangunan kesehatan merupakan salah satu cara memenuhi hak dasar manusia.

“Jangan dulukan pembangunan jalan setapak kalau masih ada di lingkungan kita balita yang kekurangan gizi, balita yang pendek, perhatikan mereka karena investasi manusia adalah investasi dunia akhirat,” tegas Wabup Cecep di hadapan partisipan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) dr. Heru Suharto menyampaikan, untuk mendukung terintegrasinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Tasikmalaya. Terdapat 8 strategi dalam integrasi yang akan memperkuat efektivitas intervensi stunting.

“Mulai dari analisa situasi program penurunan stunting, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting, penetapan peraturan bupati, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting serta review kinerja tahunan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *