TASIKMALAYA — Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Parungponteng, Titing Suryana, S.Pd, mengucapkan terimakasih kepada panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), yang telah menggagas untuk mengisi kegiatan tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 76 tahun 2021.
“Alhamdulillah dalam kegiatan tersebut dari semua mata lomba yang di selenggarakan diikuti oleh peserta dari semua kalangan yakni, anak-anak, dewasa dan lansia yang bertempat di DKM Kampung Dayeuhluhur pada Rabu 18 Agustus 2021 malam,” ungkap Titing kepada inovatif89.com saat ditemui di rumah ketua panitia PHBI dan PHBN, Kp. Dayeuhluhur, Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (19/08/2021).
Titing mengatakan, kami sebagai perwakilan dari Pemerintah desa sangat mendukung dan mengaresiasi kepada ketua panitia (Unung) sebagai penggagas kegiatan tersebut.
“Dalam kegiatan itu kepala desa tidak hadir karena sakit. Turut dihadiri oleh Muspika Kecamatan, Karang Taruna, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, dan DKM sewilayah Desa Dayeuhluhur,” ucapnya.
Sementara itu, ketua panitia Unung Perdiansyah menyampaikan, saya selaku panitia penyelenggara PHBI dan PHBN untuk Kampung Dayeuhluhur. Dalam hal ini, bahwa kami sadar karena yang harus kita laksanakan dan harus kita renungkan oleh semuanya, adalah untuk mengingat para pejuang-pejuang kita di Indonesai khususnya di Tasikmalaya dan sekitarnya.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, terutama generasi-generasi bangsa harus menghormati para pahlawan dan pejuangnya. Karena masyarakat Indonesia kalau tidak melestarikan budaya, dan mengingat para pahlawannya, tidak akan bersatu,” ujarnya.
lanjut Unung, Alhamdulillah dalam kegiatan itu menampilkan seni budaya yaitu, Calung, Gondang, dan lainnya yang ada di Kp. Dayeuhluhur. Insyaallah kedepannya melalui seni akan terjalin dan bersatu padu untuk melestarikan budaya seni.
“Mudah-mudahan khususnya masyarakat Prungponteng mencintai seni, karena yakin dengan seni hidup kita senang, dengan seni hidup kita iman dan dengan seni pula hidup kita bersatu. Dalam narasi kita, Membangun Santri Kuat, Santri Hebat, Indonesia Bangun Indonesia Tumbuh,” tuturnya.





