TASIKMALAYA — Pemerintah Desa (Pemdes) Sundakerta melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bulanan dan triwulan di lapangan terbuka, bertempat di Bumi Perkemahan Desa Sundakerta, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (07/10/2021).
Alhamdulillah kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, pemilik atau pengelola dan pedagang di bumi perkemahan. Kebetulan kami sedang melakukan beberapa kegiatan salah satu diantaranya melakukan renovasi pembangunan yang akan digunakan menjadi kantor desa, ini sebagai edukasi dan mengenai penguatan, penggalian dan pengembangan potensi yang ada di wilayah Kampung Sundakerta khususnya. Dalam mengimentlasikan program nasional yaitu pemulihan ekonomi pasca terjadinya musibah pandemi Covid-19.
“Disini saya mengedukasikan kepada seluruh warga masyarakat melalui perwakilan yaitu unsur pemerintah dan lembaga kemasyarakatan desa yang ada di Desa Sundakerta agar bisa menjadi pelopor dalam mendorong kemajuan, khusunya dibidang pariwisata,” ungkap Kepala Desa Sundakerta Anton Raksa Diwangsa kepada awak media ditemui usai pelaksanaan Rakor.

Anton menjelaskan, usai rakor disini juga dilaksanakan kegiatan pelatihan dan penanggulangan bencana, khususnya terkait keamanan di tempat destinasi wisata di wilayah Desa Sundakerta dengan menghadirkan narasumber atau pelatih dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya.
“Peserta pelatihan terdiri dari 24 desa se-wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang Insyaallah dalam waktu dekat ini akan menerima Surat Keputusan (SK) sebagai desa wisata dari Bupati. Berharap dengan adanya pelatihan tersebut para peserta dan unsur lembaga di Desa Sundakerta yang hadir medapatkan pengetahuan tentang mengantisipasi apabila adanya terjadi bencana,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini, terang Dia, menampilkan kesenian-kesenian asli desa yaitu pencak silat, calung, dan sisingaan. Kemudian ada kuliner diantaranya wedang Mang Atik, Cuhcur Teh Emi, tutut RW Muda dan masih banyak yang lainnya.
“Salah satu bentuk syukur dengan adanya alam, kita menanam 100 pohon di wilayah hutan pangkuan Desa Sundakerta untuk menigkatkan sumber mata air dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dari mulai mencuci, mandi, minum dan lainnya,” papar Anton.
Menurutnya, memang tempat Bumi Perkemahan tersebut tidak banyak perubahan dari aslinya, hanya warga secara swadaya membersihkan ruput di area sekitarnya dan ini sudah dari tahun 2020 namun terhambat dengan adanya pandemi Covid19, sehingga tidak maksimal.
“Tapi yang jelas ini adalah sebuah karya nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh rekan-rekan ataupun wisatawan lokal yang ada di wilayah dan Insyaallah dengan adanya kegiatan ini juga menjadi motivasi,” ujarnya.
lanjut Aton, ditempat ini selain Bumi Perkemahan ada juga Curug Arga dan jalan bagi yang memiliki hobi berpetualang menaklukan jalur alam yang cukup menantang dengan menggunakan Motor Trail.
“Suasana alam yang asri dan aksotis itu kedepannya akan kami tata secara bertahap dengan membangun sarana untuk kegiatan-kegiatan formal, baik itu yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun umum,” pungkasnya.






