TASIKMALAYA — Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang sebelumnya disebut Ujian Tengah Semester (UTS) di SMP Negeri 3 Sukaratu sempat terkendala teknis, gangguan jaringan internet dan aliran listrik.
Kepala SMPN 3 Sukaratu Drs. H. Usep, M.Si, menyampaikan, PTS dapat berjalan dengan baik dan lancar dengan menggunakan sistem Ujian Dalam Jaringan (UDJ).
“Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, namun dapat di atasi dengan baik,” ungkap Usep kepada Inovatif89.com saat ditemui di kantornya Jl. Cicurug Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/10/2021).
Ia menjelaskan, penilaian tengah semester itu menggunakan jadwal sesi pertama dan sesi ke dua, karena sekarang soal PTS ini sudah masuk pada Asesmen Nasional (AN) menggunakan sistem jaringan.
“Bagi yang mempunyai Handphone bisa di gunakannya, bagi yang tidak punya menggunakan Computer yang sudah ada di sekolah. Hasilnya (nilai) setelah semua dikumpulkan, baru di masukan kedalam pelaporan dan dibagikan langsung, diterima oleh orang tua siswa,” paparnya.
Nanti, terang Usep, pihak sekolah menjalin komunikasi dengan orang tua siswa mengenai hasil nilainya dan setelah itu baru di adakan evaluasi kekurangan serta kelebihannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Sekarang para guru harus extra sebab kegiatan mengajar jadi double, karena siswa ada yang belajar secara daring, ruring dan tatap muka. Dalam hal daring terkendala internet tidak bisa memenuhi, terpaksa menggunakan kuota siswa bantuan dari Kementerian,” ucapnya.
Bagi siswa yang sakit, nanti bisa menyusul mengikuti PTS bisa mengerjakannya di rumah menggunakan Handphone melalui aplikasi online.
“Alhamdulillah setelah pembelajaran tatap muka terbatas pada pelaksanaan PTS, sekitar 70 sampai 85 persen siswa masuk dan mungkin nanti bisa 100 persen,” imbuhnya.
lanjut Usep, penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran adalah salah satu cara di SMPN 3 Sukaratu untuk meningkatkan kualitas yang diberikan kepada siswa, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam proses evaluasi pembelajaran yang selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman, seperti hal nya ujian yang telah menggunkan jaringan/online.
“Berharap segala kendala pasilitas yang ada di sekolah yaitu listrik harus ditingkatkan (tambah daya) lagi, karena sekarang penggunaannya lebih besar dan internet juga sebenarnya tidak melalui sambungan tapi ditembak, jadi harus lebih di tingkatkan lagi,” pungkasnya.





