TASIKMALAYA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan kerja (Kunker) tim Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Barat (Jabar), Senin (25/10/2021).
Tim PP PAUD dan Dikmas Jabar sebagai Analis Kemitraan yaitu Dr. Dra. Rr. Erna Hernawati, M.M.Pd, didampingi Widyaprada Ahli Muda yaitu Riany Ariesta, S.Pd, menyampaikan, kami sedang melaksanakan kegiatan pendampingan implementasi penguatan kompetensi literasi dan numerasi ke satuan pendidikan (satdik). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Advokasi dan sosialisasi penguatan kompetensi literasi dan numerasi yang sudah dilakukan.
Setelah pendampingan ini nanti akan ditindaklanjuti dengan bimtek implementasi strategi penguatan literasi dan numerasi di satuan pendidikan
“Sebetulnya kegiatan ini sudah di lakukan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) tapi baru terkait dengan pendidikan formalnya, belum memasukkan unsur pendidikan nonformalnya diantaranya satuan pendidikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non formal. Kalau Taman Kanak-kanak (TK) sudah diatasi LPMP Provinsi Jawa Barat, dan kegiatan Tim pendamping Literasi Daerah itu untuk Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi penanggung jawab ialah Kepala Dinas Pendidikan,” ungkap Erna saat ditemui di ruangan Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Ia mengatakan, kami menginisiasi untuk memasukkan unsur PAUD dan Dikmas pada Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) yang drafnya sudah terbentuk pada saat itu oleh LPMP sesuai dengan bidang garapannya baru terkait dengan pendidikan formal yaitu SMA, SMP, SD, dan TK sedangkan untuk PAUD nonformal dan Dikmas nya belum. Jadi sekarang akan menguatkan TPLD ini dengan memasukan unsur PAUD dan Dikmas.
“Berharap budaya literasi ini sudah terintegrasi mulai dari keluarga, sekolah/satuan pendidikan dan masyarakat. Kemudian untuk PAUD kegiatan praliterasi dan pranumerasi merupakan tatanan pondasi untuk menguasai kemampuan membaca dan menulis serta berhitung yang menyenangkan bagi anak-anak,” ucapnya.
Hasil AKM, terang Erna, pada pendidikan kesetaraan difungsikan untuk penyetaraan. Jika dilihat capaiannya di Indonesia berdasarkan PISA, TIMMS, PIRLS, INAP, AKSI ini hasilnya masih kurang. Sebenarnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang diberikan tugas untuk mendampingi TPLD ada dua yaitu UPT PP PAUD Dikmas Jabar untuk bagian yang menangani pendidikan nonformal (PAUD Dikmas) dan UPT LPMP yang menangani pendidikan formal.
“Ini wadah lain yang menguatkan di dukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan lain sebagainya. Kami menguatkan secara birokrasi yang pendekatannya melalui Dinas Pendidikan yaitu Kabid dan Kasi, jelas mereka yang paling dekat dengan satuan pendidikan,” imbuhnya.
Kami sekarang dimintakan untuk bisa meningkatkan Literasi dan Numerasi karena terjadi dampak dari Covid-19 berupa Literacy loss, learning loss, interrupted learning.
“Agar supaya ini bisa diatasi diantaranya itu dengan membuat TPLD yang dipimpin dan diketuai oleh Kepala Dinas pendidikan di masing-masing Kabupaten/Kota,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid PAUD dan Dikmas Kabupaten Tasikmalaya Sera Sani Verana, M.Pd, menyampaikan, Alhamdulillah dengan adanya tim dari Provinsi untuk masalah peningkatan Literasi di Kabupaten Tasikmalaya khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) dapat memperkuat dan menciptakan nilai budaya untuk anak-anak dan terutamanya literasi ini.
“Satuan pendidikan PAUD Dikmas dengan wadah yang baru dalam pembentukan TPLD di Kabupaten atau Kota, diharapkan bisa menjadi bagian dari substansi untuk peningkatan budaya literasi khususnya di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan masyarakat,” tuturnya.
Sera berharap, temen-temen dari Provinsi Jawa Barat bisa bersinergi dengan Kabupaten atau pun Kota, khususnya untuk menguatkan strategi penguatan kompetensi Literasi dan numerasi pada lingkungan fisik sekolah/satuan pendidikan, lingkungan sosial-emosional, dan lingkungan akademik di satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan satuan PKBM. pungkasnya.





