Kejar Target, UPT Puskesmas Salawu Laksanakan Vaksinasi Jemput Bola

Foto/dok : inovatif89.com //Jurnalis - Yusrizal

TASIKMALAYA — Kepala UPT Puskesmas Salawu Agus Sukmana, A.MK., SKM., M.Si, menyampaikan kegiatan vaksinasi dilaksanakan oleh Puskesmas bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dimulai dari tanggal 11 Oktober sampai 20 November 2021. Namun diberi kelonggaran hingga sampai tanggal 24 November untuk mencapai sasaran 18 ribu jiwa di wilayah Kecamatan Salawu.

“Alhamdulillah sampai dengan 30 Oktober kemarin, kita sudah mencapai 95 persen atau kurang lebih sekitar 17.100 sasaran (jiwa) yang di vaksin,” ungkap Agus kepada inovatif89.com saat ditemui di ruangan kerjanya, UPT Puskesmas Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat, Rabu (03/11/2021).

Bacaan Lainnya

Agus menjelaskan, capaian umum dari bulan Februari kita melaksanakan vaksin sudah mencapai 77% untuk dosis 1 dan 2. Tinggal sebentar lagi, karena keinginan Bupati diakhir Desember itu harus mencapai 80% untuk di kabupaten Tasikmalaya. Mudah-mudahan semuanya sehat, sehingga apa yang di inginkan oleh kita semua terutama untuk kabupaten Tasikmalaya bisa tercapai 80%.

“Saya sangat mendukung sekali dan minta do’a dari semuanya mudah-mudahan semua petugas sehat dan dilancarkan, karena ini demi kebaikan kita semua,” imbuhnya.

Ia mengatakan, untuk kondisi saat ini yang sangat penting di perhatikan adalah bagaimana caranya supaya masyarakat kita itu segera di vaksin dan kalau melihat data yang ada dengan adanya vaksinasi ini, Alhamdulillah Covid-19 menurun.

“Apalagi kalau sudah mencapai 80 persen, dan baru sekian persen yang di capai Kabupaten Tasikmalaya sudah kelihatan data terkonfirmasi Covid-19 semakin menurun, khusunya juga di Kecamatan Salawu mudah-mudahan tidak ada lagi. Kita lebih fokus ke program vaksinasi keluarga, mempunyai target sampai dengan tanggal 24 November harus tercapai 100% dari target sasaran 18.000,” paparnya.

Menurutnya, kebetulan tubuh sekarang menjadi persyaratan mutlak, salah satunya seperti untuk membuatan SIM karena kalau tidak ada kartu vaksin tidak akan dilayani. Jadi Pemerintah itu sangat ingin melihat bagaimana pandemi Covid-19 ini cepat berakhir dan di vaksin itu bagus, apalagi sekarang datang vaksin yang bagus sekali namanya Vfrezeer dan termahal.

“Masalah masyarakat masih pada takut tidak ingin di vaksin, tapi itu bagaimana kita cara menyampaikan dan mengedukasinya. Hal yang perlu di sampaikan kepada masyarakat justru disitu harus berterima kasih serta dari kemarin kita sudah cape dan babak belur dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

Coba dengan lima prokes saja, terang Dia, masih tetap dan muncul terus yang positif Covid-19, tetapi ketika Pemerintah mewajibkan untuk vaksinasi Alhamdulillah sekarang kelihatan dan bukan cuma Kabupaten Tasikmalaya saja.

“Jadi terasa merasakan sendiri pada waktu wilayah Kecamatan Salawu di awal vaksin itu Februari dan waktu itu baru tenaga kesehatan (Nakes) terus pelayan publik dan para pegawai-pegawai. Ketika sekarang sudah masuk ke masyarakat yang tadinya sehari ada yang positif beberapa orang sekarang tidak ada, jadi kuncinya itu adalah di Vaksin,” tambah Kepala UPT Puskesmas Agus.

lanjut Agus, seolah-olah masyarakat yang terpapar, virusnya sudah di lemahkan atau dimatikan dari plasma. Makanya sekarang mahal harga vaksin Vfrezeer itu dan cocoknya untuk lansia karena nanti akan timbul menjadi kekebalan tubuhnya.

“Program vaksinasi keluarga terdiri dari 18 tim yaitu BKKBN Bidan, petugas PLKB, Puskesmas, Kader Desa, RT, RW dan semua unsur. Alhamdulillah semua gotong royong, kerjasama lintas sektor sudah kelihatan, dan kalau merasa kerja di Pemerintahan mana mungkin menolak,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *