Wisata Religi Saung Tafakur Desa Tawangbanteng

Foto/dok : inovatif89.com //Jurnalis - Yusrizal

TASIKMALAYA — Mengubah mindset, Saung Tafakur yang terletak di Jalan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Tawangbanteng tadinya menyeramkan menjadi wisata religi.

Inisiator wisata religi Saung Tafakur Husni Amin, S.Sy, menyampaikan tujuan akan di bangunnya wisata religi bermaksud mengembalikan perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19. Kebetulan ada akses untuk melintas ke Sungai Cikunir, walaupun akses jalan itu melewati area pemakaman.

Bacaan Lainnya

“Melalui nama tersebut ingin semua masyarakat khususnya warga Kampung Tawangbanteng dan para tokoh masyarakatnya nanti setiap melaksanakan kegiatan musyawarah apapun bisa di gunakan. Tafakur itu kalau istilah bahasa Sunda adalah Ngaji Diri, dengan suasana dan dekat dengan pemakaman yang intinya kita juga akan seperti mereka (mengalami kematian) dan dikubur, hanya waktunya saja yang berbeda,” ungkap Husni kepada inovatif89.com saat ditemui di Saung Tafakur Jalan TPU Kampung Tawangbanteng, Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (03/11/2021).

Husni mengaku, setiap malam selalu berkumpul di Saung Tafakur untuk berdiskusi bersama Karang Taruna, RT, RW dan para tokoh masyarakat merencanakan tentang apa yang akan dikembangkan di wisata religi ini kedepannya. Seperti halnya di kali/sungai sebelum masuk lokasi wisata, kami pun berencana akan memanfaatkannya dengan ikan-ikan untuk hiasan agar menambah daya tarik.

“Selain itu, akan membuat tempat-tempat spot selfie meskipun berada bersebelahan dengan pemakaman dan kami pun tidak akan mengganggu itu. Akses menuju ke lokasi para pengunjung akan di manjakan dengan kolam renang dengan air mancur dan bunga-bunga tanaman hias,” ucapnya.

Alhamdulillah masyarakat mendukung dan antusias dengan adanya Saung Tafakur ini menjadi ramai karena sebelumnya jalan TPU itu banyak cerita mistis/serem, sehingga banyak yang takut.

“Mudah-mudahan ini menjadikan hal yang positif untuk masyarakat Tawangbanteng dan sekitarnya. tambah Husni.

Sementara itu, Kepala Desa Tawangbanteng Nandang Abdul Ajiz ditemui di kantornya, membenarkan adanya gagasan atau keinginan untuk menjadikan wisata religi Saung Tafakur dan kita ke pemakaman itu bukan sekedar untuk mengantarkan yang meninggal saja, tapi di situ bisa bertasyakur dan bertafakur.

“Kebetulan di situ ada ruang-ruang potensi untuk wisata dan Alhamdulillah untuk aksesnya masyarakat berswadaya membangun jalan tersebut. Insyaallah di tahun 2022 akan ada program luang lingkupnya dari Dana Desa melalui program padat karya tunai desa untuk pemulihan pertahanan pangan desa dan memulihkan ekonomi nasional, salah satunya di kampung itu,” tuturnya.

lanjut Nandang, jadi di sepanjang jalur menuju TPU masyarakat bisa untuk mengelola apa yang bisa ditanam seperti dengan apotek hidup dan sayuran.

“Rencana dari para tokoh, RT dan RW setempat ingin memanfaatkan lahan serta irigasi dengan ikan hias ataupun keramba yang akhirnya nanti bisa mengubah mindset yang tadinya jalan tersebut menyeramkan menjadi sesuatu yang menghasilkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *