>

Ketika Air Jadi Barang Mahal, Kesejahteraan dan Swasembada Pangan Tidak Layak di Bicarakan

Asep Sopari Al Ayubi Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Jabar teninjau Irigasi Ciramajaya Kecamatan Tanjungjaya yang kering. Foto/dok : Akun Medsos Asep Sopari Al Ayubi. INOVATIF89/Fauzi.

INOVATIF89.COM, TASIKMALAYA – Ketika air menjadi barang mahal, kesejahteraan dan swasembada pangan tidak layak untuk di bicarakan.

Hal tersebut dikatan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, SP, melalui akun media sosial Asep Sopari Al Ayubi pada Selasa 07 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Asep Sopari menambahkan, kunjungan kerja dan pemantauan di irigasi Ciramajaya Tanjungjaya.

“14 tahun tak kunjungan melihat deras nya air, pastikan alokasi anggaran deras terkawal, supaya derasnya air segera datang,” ujarnya.

Sementara itu, akun media sosial Alip Bima Akbar di linimasa Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, bentuk tindak lanjut dari aksi Forum Masyarakat Tanjungjaya Bersatu pekan lalu, kami bukan hanya sekedar ingin menyampaikan apresiasi namun lebih kerealisasi. Karena sumber perekonomian masyarakat Kecamatan Tanjungjaya sebagian besar dihasilakan dari hasil pertanian.

“Bagaimana pun caranya air Irigasi Ciramajaya harus mengalir kembali seperti semula, maka tidak ada alasan untuk tidak di dengar dan tidak diperjuangkan,” ungkap Alip, Jum’at (10/12/2021) pagi.

Ia menyampaikan, kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Asep Sopari Al Ayubi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, PUPR, PSDA Provinsi dan PSDA Kabupaten Tasikmalaya yang telah menerima aspirasi keluh kesah masyarakat Tanjungjaya, yang hari ini terjun langsung kelapangan melihat lokasi yang terdampak dari keringnya Irigasi Ciramajaya.

“Sebagaimana yang telah di paparkan oleh Dinas PSDA Kabupaten Tasikmalaya dan PSDA Provinsi Jawa Barat, bahwasannya pada tahun 2022 sudah dianggarkan kurang lebih 3 milyar untuk perbaikan Irigasi Ciramajaya ini,” imbuhnya.

Mudah-mudahan pada tahun 2022, anggaran untuk perbaikan Irigasi Ciramajaya ini tidak terombang ambing, bagaikan kapal tanpa Nahkoda ditengah luasnya lautan Samudra. harap Alip.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *