INOVATIF89.COM, CIAMIS – Wakil Bupati (Wabup) Ciamis Yana D Putra memantau pelaksanaan seleksi kompetensi II Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ciamis Jabar, Kamis (09/12/2021).
Pada kesempatan itu, Wabup Yana didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis mengunjugi 2 (dua) dari 4 sekolah yang dijadikan tempat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk formasi Guru PPPK yaitu, SMKN 2 Ciamis dan SMAN 1 Ciamis.
Pelaksanaan SKD tersebut diikuti oleh 1930 peserta diantara sebanyak 485 orang di SMKN 1 Ciamis, 480 orang orang di 2 Ciamis, 485 orang di SMAN 1 Ciamis, dan 480 orang SMKN 1 Kawali yang terbagi dalam beberapa sesi.
Dalam melaksanakan kegiatannya, Wabup Yana menyempatkan berkomunikasi langsung dengan sejumlah peserta terkait pelaksanaan tes yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat ini. Sesekali, Ia berpesan agar tetap semangat dan tidak lupa untuk berdo’a sebelum mengikuti atau mengerjakan soal ujian.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah, saya ucapkan selamat dan semoga diberi kemudahan, kelancaran dan seluruhnya bisa lulus menjadi guru PPPK dilingkup Pemkab Ciamis,” tuturnya.
Yana mengatakan, pelaksanaan seleksi ini dilakukan dengan mengedepankan sistem yang terbuka dan akuntabel, yang menentukan adalah nilai dari hasil ujian.
“Terkait pelaksanan ujian PPPK, segala sesuatunya Pemerintah pusat yang menentukan,” ungkapnya.
lanjut Yana, Pemerintah Kabupaten Ciamis khususnya Bupati Ciamis telah berupaya untuk menambah lagi kuota PPPK, namun kewenangan ada di Pemerintah pusat.
“Kami jajaran Pemkab ingin seluruh peserta lulus, apalagi yang usianya diatas 35 tahun, namun kewenangan ada di Pemerintah pusat. Dalam kesempatan ini pun, kami hanya bisa mendo’akan,” pungkasnya.
Pelaksanaan kegiatan seleksi dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, para peserta diwajibkan membawa dan menunjukkan surat keterangan hasil swab negatif, dan surat keterangan vaksinasi sebagai upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.





