INOVATIF89.COM, TASIKMALAYA – Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Kabid PAUD dan Dikmas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya Sera Sani Verana, M.Pd, mengatakan, kita sudah menyelenggarakan hampir 80% pelantikan Bunda-bunda Desa di Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di bidang PAUDDikmas.
“Alhamdulillah sudah mencapai sekitar 30 Kecamatan, kita sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 nanti aka melaksanakan kegiatan maraton ini dalam rangka mewajibkan harus dilantiknya para Bunda-bunda Desa yang dilantik oleh Bunda-bunda Kecamatan masing-masing,” ungkap Sera saat ditemui usai menghadiri pelaksanaan pelantikan Bunda-bunda PAUD tingkat desa se-wilayah Kecamatan Jamanis mendampingi Bunda PAUD Kabupaten Tasikmalaya Hj. Ai Diantani Sugianto SH., M.Kn, di Aula Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Selasa (28/12/2021) sore.
Sera menjelaskan, pelantikan Bunda PAUD ini merupakan langkah awal untuk pengenalan dan juga termasuk salah satunya peran serta Bunda PAUD di Desa-desa. Dalam rangka penyelenggaraan peningkatan PAUD Holistik, Integratif ditingkat daerah hingga nasional.
“Sampai-sampai Ibu Bupati selaku Bunda PAUD Kabupaten Tasikmalaya menginginkan pelaksanaan PAUD holistik dan integratif bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, Bunda-bunda desa di setiap Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya mengelola satu PAUD,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan satu PAUD sebagai miniatur atau percontohan, jadi nanti masyarakat terutama para peserta didik bisa mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini di desanya masing-masing.
“Nanti dari Dinas Pendidikan akan mendorong pelaksanaan pembuatan satu PAUD satu Desa yang dikelola dan diselnggarakan oleh Desa,” ucapnya.
Desa di seluruh Kabupaten Tasikmalaya harus bisa menyelengarakannya, mudah-mudahan bisa sampai sesuai dengan jumlah sebanyak 351 desa.
“Para kepala desa memiliki anggaran untuk membangun PAUD yang bersumber dari Dana Desa dan nanti dari Dinas Pendidikan akan membantu atau mensuport untuk urusan bantuan-bantuan seperti meberel. Kita bersinergi saling melengkapi supaya nanti bisa ada percontohan di satu PAUD satu desa yang dikelola oleh Bunda-bunda PAUD Desa,” tambahnya.
lanjut Sera, bukan hanya saja itu yang menjadi prioritas tapi masih banyak yang akan kita bina tentang peran serta Bunda PAUD Desa dan nanti pengelolaanya bisa berkerjasama dengan masyarakat yang ada didalamnya seperti misalkan Kader Posyandu supaya bagaimana caranya menekan 1 tahun 1 PAUD itu bisa terlaksana.
“Kita akan terjun kelapangan, kemudian mengadaka Rakor ditingkat Kabupaten dengan para Bunda-bunda Desa serta menyiapkan rencana untuk program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Bagaimana caranya nanti peran serta Bunda-bunda desa itu bisa manfaat untuk kemajuan Pendidikan Anak Usia Dini,” pungkasnya.






