INOVATIF89.COM, BANDUNG – Setelah melaksanakan Sosialisasi Kontra Radikalisme di Pondok Pesantren Al – Huda, Desa Ciparay, Kabupaten Bandung, Tim Divisi Humas Polri kembali menggelar Focus Group Diskusi (FGD) di Gedung Sabilulungan Polresta Bandung, Polda Jabar, Selasa (29/3/2022).
Dengan mengusung tema “Teroris Musuh Kita Bersama” kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasubbag Opinev Bagpenum Ro Penmas Divhumas Polri AKBP Erlan Munaji didampingi Waka Polresta Bandung AKBP Dwi Indra Laksmana dan menghadirkan pemateri seorang mantan Ketua Mantiqi II kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI), sekaligus Konsultan Senior di Lembaga Penelitian Division for Applied Social Psychology Research (DASPR) Nasir Abas.
AKBP Erlan Munaji mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus sosialisasi terkait kontra radikal kepada masyarakat yang belum sama sekali terpapar paham radikalisme.
“Jadi program kontra radikal ini bukan program piradikalisasi. Dimana kontra radikal dan piradikalisasi berbeda, kontra radikal adalah benteng atau pertahanan diri bagi masyarakat agar tidak mudah dimasuki oleh paham-paham radikal,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh pemateri Nasir Abas, menurutnya paham radikalisme ini sangat berbahaya bagi semua level. Oleh karena itu pihak Kepolisian berusaha menyampaikan pesan-pesan ancaman dari radikalisme ini kepada semua level masyarakat.
“Supaya mereka tau, jangan sampai nanti kita kecolongan ada paham yang masuk kepada masyarakat yang belum sampai pesan tersebut. Dengan demikian, kita berharap masyarakat ini menjadi penyambung lidah, menyampaikan kepada tetangganya, keluarganya tentang bahaya radikalisme,” ujarnya.
Nasir menambahkan, pemberian pesan yang paling puncaknya itu adalah kejahatan terorisme. Maka pada kesempatan ini, saya bersama Polri mengajak masyarakat jangan berbuat kejahatan sekecil apapun, karena itu bisa menjadi bibit terbiasa.
“Saya himbau kepada anak-anak maupun generasi muda jangan sampai membuat kejahatan sekecil apapun, karena nanti akan diincar oleh pihak kelompok teroris untuk menggandeng melakukan kejahatan yang lebih besar,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Wakapolresta Bandung AKBP Dwi Indra Laksmana mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Divisi Humas Polri dan pemateri.
“Diharapkan penyampaian-penyampaian yang diberikan oleh nara sumber kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten bandung, tentunya dapat tersampaikan dengan baik dan diterima dengan baik pula. Sehingga dapat menyampaikan ke masyarakat sampai ketingkat RT RW, tentunya terkait bahaya paham radikalisme ini,” ucapnya.
Terkait adanya sesi tanya jawab antara tamu undangan yang dihadiri kurang lebih 60 orang perwakilan dari 31 Kecamatan se-Kabupaten Bandung dengan nara sumber, Indra menjelaskan hal tersebut sangat antusias dan positif.
“Bahkan tadi kami lihat juga dari tiga kesempatan pertanyaan yang kita berikan tadi juga masih ada yang mau bertanya, cuma kita batasi untuk tiga orang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Indra berharap dengan antusias ini perwakilan warga yang hadir dapat menyampaikan kepada masyarakat tempat tinggalnya masing-masing terkait bahayanya paham radikalisme ini. pungkasnya.





