INOVATIF89.COM, TASIKMALAYA – Pemerintah Desa (Pemdes) Buniasih menyalurkan program ketahanan pangan sebesar 20 persen dari jumlah anggaran yang diterima dari Pemerintah Pusat melalui program Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022.

Pembibitan domba (tangkas) betina sebanyak 120 ekor dan 6 ekor domba jantan, paket obat dan alat cukur kepada 6 kelompok ternak dari 6 Kedusunan.
“Masing-masing kelompok memiliki sebanyak 20 orang anggota dengan jumlah anggota 120 orang/1 ekor bibit domba (betina), sedangkan domba jantannya 1 kelompok 1 ekor. Total jumlah anggaran sebesar Rp. 297.000.000;’ sekitar 20% dari anggaran Dana Desa yang diterima,” ungkap Kepala Desa (Kades) Buniasih Dede Egi Ramdhani Nugraha kepada inovatif89.com ditemui di Kantornya, Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Sabtu (23/04/2022) siang.

Kades Dede Egi berharap, dengan adanya program ketahanan pangan untuk pembelian bibit domba dari anggaran Dana Desa tahap ke 1 (satu) bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Buniasih.
“Alhamdulillah kalau melihat potensi alam dan masyarakat disini banyak berternak atau istilahnya ngangon domba (Pengembala kambing),” imbuhnya.
Ia mengatakan, kedepannya ingin menciptakan Desa Seribu Domba dan semoga menjadi Desa Wisata ternak khusus domba seni. Alhamdulillah dengan domba seni respon masyarakat cukup tinggi, karena berbeda dengan domba biasa.
“Jadi harganya 2 kali lipat dengan domba biasa dan Insyaallah bibit unggul, saya mengambil (membeli) dari Garut, daerah Majalaya karena terkenal dengan domba seninya. Insyaallah kedepannya bisa dua kali lipat dari harga domba biasa/domba pedaging. Serta domba tangkas ini bisa menjadi 2 alternatif yaitu bisa di jadikan domba pedaging maupun domba seni. Ini akan menambah nilai ekonomis bagi para petani domba,” tambahnya.
lanjut Dede Egi, kenapa dialokasikan ke ternak? Karena sesuai dengan survei dan kajian lebih di butuhkan oleh masyarakat.
“Saya dengan rekan-rekan sudah mengevaluasi dan setelah dikaji respon masyarakat lebih pengen (menginginkan) ke ternak domba,” pungkasnya.





