>

Pemekaran Kabupaten Tasik Utara Sudah Dibentuk Panitia Persiapan Presidium

Sosialisasi seketsa kebangsaan 4 pilar. inovatif89.com // 0089

TASIKMALAYA – Tahapan hari ini baru tahapan sosialisasi, dimana beberapa pertemuan yang dilaksanakan beberapa bulan ke belakang bahwa sudah dibentuk panitia persiapan presidium.

“Dimana di dalam kerja panitia ini ada tiga bagian yang akan dikerjakan dan sudah disepakati menjadi item yang harus dilaksanakan yang pertama adalah studi banding ke untuk mencari pembanding, kepada teman-teman atau daerah yang lebih sukses atau sudah melakukan (pemekaran) terlebih dahulu dan kita sudah melakukannya ke Pangandaran,” ungkap salah satu tokoh di Tasikmalaya Utara Ato Rinanto kepada inovatif89.com saat ditemui usai menghadiri kegiatan sosialisasi seketsa kebangsaan 4 pilar yang diselenggarakan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. H. Yod Mintaraga, M.PA, di salah satu GOR di wilayah Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis (02/06/2022) siang.

Ato mengatakan, kemudian yang kedua sosialisasi dan ini adalah bagian dari sosialisasi itu dan tentu saja juga akan terus dilaksanakan ke semua elemen masyarakat Tasik Utara.

“Kemudian yang berikutnya Insya Allah diakhir Juli nanti, kita akan mengagendakan silaturahmi akbar dengan masyarakat Tasik Utara dan di forum itu nanti akan membentuk presidium,” ungkapnya.

Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar dan semoga ini juga mendapatkan dukungan baik, baik dari insan politik, pengusaha, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan lain-lainnya. harap Ato.

Saat ditanya mengenai jumlah dukungan dari anggora Dewan, Ato menegaskan, persoalannya sekarang bukan dukung mendukung, bahwa ini sebuah aspirasi sekecil apa aspirasi itu ketika datangnya dari masyarakat maka wajib secara institusi harus direspon dengan baik.

Kemudian disinggung mengenai gambaran PAD di Tasik Utara, Ia menjelaskan, persoalannya bukan dari situ. Persoalan inti itu adalah hanya ada 2 (dua), yang pertama adalah percepatan pelayanan, yang kedua adalah percepatan pembangunan. Itu esensinya.

“Jadi tentang PAD itu hanya menjadi salah satu indikator saja, bukan sebagai indikator yang global. Kalau semua Kota indikatornya dari PAD maka seharusnya Kabupaten Tasikmalaya bangkrut,” ucap Ato.

Kenapa bangkrut? Kita hanya punya PAD Rp. 84 Miliyar, APBD Rp. 2, sekian Triliun kan bangkrut logikanya.

“Nah seperti itu, jadi esensi pemekaran ini esensi DOB itu yang pertama adalah percepatan pembangunan dan percepatan pelayanan, itu esensinya. Ditmbah dengan program yang hari ini di canangkan oleh Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

lanjut Ato, program apa itu? Mencoba pengembangan kembali dari 27 Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Barat dikembangkan menjadi 42.

“Artinya bahwa mudah-mudahan bentuk ikhtiar ini adalah dalam kerangka mewujudkan, mudah-mudahan sekarang dari 27 ke 42 itu, kita bisa bersaing menjadi bagian yang memang bisa nanti di sahkan oleh Pemerintah Pusat,” harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *