Kadinsos PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya Buka Orientasi TPK

Kabid Dalduk KB Dinsos PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya buka kegiatan orientasi Tim Pendamping Keluarga di Aula Kecamatan Cisayong. inovatif89.com // 0089

TASIKMALAYA – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Kabid Dalduk KB Dadan Hamdani, S.Km., M.Si, membuka kegiatan orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK), bertempat di Aula Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Selasa (07/06/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat tersebut dihadiri secara langsung oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Wahidin, M.Kes, Camat Cisayong Drs. Asep Zamzam Nizar, MM, Kepala UPT Kesehatan Puskesmas Cisayong, Kepala KUA Kecamatan Cisayong, Petugas KB, dan TPK dari 13 Desa se-wilayah Kecamatan Cisayong.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Kabid Dilduk KB) Dinsos PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya Dadan Hamdani menyampaikan permohonan maafnya bahwa Kadinsos mau kesini (Cisayong), saat dalam perjalanan sudah sampai di Cipasung Kecamatan Singaparna menerima telepon ada keperluan mendadak.

“Mohon ijin Pak Kadinsos tidak bisa hadir, karena padasaat sudah sampai di Cipasung menerima telepon ada keperluan mendadak,” ungkapnya.

Ditemui usai membuka kegiatan orientasi TPK, Dadan mengatakan, hari ini kita di Kecamatan Cisayong melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan orientasi Tim Pendamping Keluarga tahun 2022.

“Tim Pendamping Keluarga ini yang nantinya akan mendampingi pada keluarga kelompok resiko stunting,” ucapnya.

Menurutnya, Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah Lokus stunting. Dimana angka stuntingnya berdasarkan hasil data survei status data gizi balita Indonesia tahun 2021, kita masih di angka 24,4%.

“Tentunya melihat dari data tersebut kita perlu suatu percepatan akselerasi dalam upaya bagaimana menurunkan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Kita tahu bahwa tingkat nasional berdasarkan Perpres no 72 tahun 2021, Indonesia menargetkan 14% di tahun 2024 dan sekarang kondisi kita di tahun 2022 ini Tasikmalaya 24,4%, yang tentunya masih ada selisih sekitar 10%.

“Kita harus bisa menurunkan dengan berbagai upaya yang telah kita lakukan adalah salah satunya ini Tim Pendamping Keluarga. Dimana tugas TPK ini nanti akan mendampingi keluarga-keluarga yang beresiko stunting,” tambahnya.

Dari mana datanya, terang Dadan, kita juga punya pendataan keluarga stunting pada tahun 2021, jadi untuk wilayah Cisayong saja nanti akan didampingi oleh TPK ini terutama keluarga yang mempunyai Calon Pengantin, keluarga yang mempunyai Ibu Hamil, keluarga yang Ibu Bersalin, yang juga kelurga yang Ibu-nya Ibu Balita.

“Kita berharap tentunya upaya secara dini, secara preventif dikegiatan UPM pencegahan stunting itu sendiri, dan Insyaallah setelah teman-teman TPK ini mengikuti orientasi mereka nanti akan terjun kelapangan,” imbuhnya.

lanjut Kabid Dilduk KB Dinsos Dadan, kegiatan ini dilakasanakan di seluruh Kecamatan khususnya di Kabupaten Tasikmalaya dan kita mempunyai sebanyak 1.436 tim dengan total jumlah anggotanya sekitar 4.308 orang. Dilaksanakan per-harinya sebanyak 10 kelas dan Insyaalloh hari besok terakhir.

“Ini kegiatan dari Provinsi yang direalisasikan ke Kab/Kota se-Jawa Barat, jadi nanti teman-teman disini (TPK) memang hanya ada Mamin (Makan dan minum) sama transport untuk saja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *