Engkus Sutisna mengaku bahwa terkait masalah pangan ini menjadi salah satu prioritasnya, oleh karena itu kerap melakukan operasi pasar dalam rangka memastikan ketersedian pangan di Kabupaten Ciamis.
“Kita juga harus memastikan bahwa daya beli masyarakat terjangkau, saat ini terkait harga beras sudah mulai ada penurunan sampai harga 16 ribu dengan daya beli masyarakat yang sudah mulai tinggi,” katanya.
Selain itu, mendorong pengutamaan pengadaan beras lokal, mengingat potensi besar yang dimiliki Ciamis sebagai lumbung padi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Dengan begitu maka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para petani kita, dengan pendapatan meningkat, begitu juga dengan pertumbuhan ekonominya,” tandas Engkus.





