Sementara itu, Wawali Diky Candra mengapresiasi inisiatif SMSI dan insan pers yang turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan media sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi contoh positif. Pers hadir bukan hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga mitra Pemerintah dalam membangun Kota Tasikmalaya yang bersih, tertib, dan berkarakter,” ungkapnya.
Diky Candra berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya merawat fasilitas umum dan nilai-nilai sejarah yang ada di Kota Tasikmalaya.
“Peringatan HPN 2026 di Tasikmalaya pun dimaknai tidak hanya dengan refleksi peran pers, tetapi juga dengan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Wakil Walikota Tasikmalaya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu wartawan Media Center Pemkot Tasikmalaya, Tono Ependi. Aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk kepedulian nyata insan pers terhadap kondisi lingkungan, sekaligus simbol refleksi Hari Pers Nasional.
“HPN jangan hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menunjukkan bahwa pers juga hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap lingkungan dan sejarah daerah,” tandasnya.
“Momentu HPN dapat menjadi pengingat bagi semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum serta situs bersejarah agar tetap terawat dan bernilai bagi generasi mendatang,” ujar Tono.






