Selain itu, Wakil Bupati Tasikmalaya juga mengatakan, kalau kita ingin mencapai puncak harus berlelah-lelah dulu.
Ia menjelaskan, saya sekarang lagi berada di puncak gunung Galunggung, ada yang camping juga. Suka naik kealam, main saja ke Gunung Galunggung karena lengkap sambil bertadabur alam, lihat penomena alam, lihat keindahan.
“Kemudian kegiatan-kegiatan yang menantang di alam terbuka bisa camping menjelajah kemudian offroad termasuk berendam di Cipanas Galunggung, mantap. Jadi meskipun sama keluarga juga tetap aman dan nyaman,” tutur Asep.
Tahun 1982 sampai 1983 disaat awan gelap, abu dan petir mengiringi dentuman letusan mu, seluruh dunia terpukau oleh mu. kini saatnya kemolikan mu kau tampilkan seluruh dunia pasti akan terpesona.
Jadi tepat hari ini 5 April 1982, 44 tahun yang lalu dan sisa letusan mungkin menimbulkan kengerian dan menimbulkan kerugian tapi juga kita mengambil hikmahnya hari ini kita menikmati pesona.
“Nanti di kelola oleh BUMD jadi betul-betul pendekatan pemeliharaan pelayanan dan bisnis juga masuk termasuk juga konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan,” sambungnya.
Wakil Bupati, Asep menambahkan, capeknya ke Galunggung itu tebayar sama keindahan dan keajaiban alamnya.
“Jadi ini penuh pilosofi; kalau kita ingin mencapai satu puncak harus berlelah-lelah dulu, perjuangan jadi gak ada yang enak, jadi kalau gak nanjak (naik) gak kepuncak jadi hidup datar-datar saja,” pungkasnya.





