>

Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya Diharapkan Bebas Intervensi

Sekretaris Pimpinan Cabang 1012 GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya. (Dok pribadi Septyan Hadinata)

Selain itu, kekuatan pemuda juga terletak pada jejaring dan kolaborasi sebagaimana dijelaskan dalam teori modal sosial oleh Robert Putnam, di mana kepercayaan dan konektivitas menjadi modal utama dalam membangun gerakan kolektif.

Dalam menghadapi dinamika zaman, karakter generasi muda saat ini juga tidak terlepas dari perspektif teori generasi yang dikemukakan oleh Karl Mannheim, yang menempatkan pemuda sebagai generasi adaptif, kritis, dan dekat dengan teknologi, namun juga dihadapkan pada tantangan disrupsi informasi dan krisis identitas.

Sementara itu, perubahan besar akibat inovasi sebagaimana dijelaskan dalam teori disrupsi oleh Clayton Christensen menuntut pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku inovasi yang mampu menciptakan solusi baru.

Dari sisi kapasitas individu, teori modal manusia oleh Gary Becker menegaskan pentingnya investasi pada pendidikan dan keterampilan, sehingga pemuda memiliki daya saing di tengah perubahan global.

Adapun dalam konteks kepemimpinan, pemuda dituntut memiliki karakter transformasional sebagaimana konsep yang diperkenalkan oleh James MacGregor Burns, yakni mampu menginspirasi, membawa perubahan, dan mengutamakan kepentingan kolektif.

Tidak hanya itu, Septyan juga menyoroti pentingnya pemuda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi namun tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, sebagaimana konsep Society 5.0, serta memiliki jiwa kewirausahaan sosial seperti yang digagas oleh Muhammad Yunus, di mana pemuda tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga memberikan dampak sosial.

“Pemuda hari ini harus adaptif, inovatif, berkarakter, dan mampu berkolaborasi. KNPI ke depan harus menjadi wadah yang benar-benar melahirkan karya nyata, bukan sekadar ruang simbolik,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *