iNOVATIF89.com – Wakil Bupati (Wabup) Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al Ayubi, S.P., M.IP, lebih kepada masalah kultur yang kita bangun bagaimana sebuah ekosistem tercipta, sebuah budaya bahwa menjadi seorang petani itu adalah bukan “Tani Kari Daki” (bertani tidak membuahkan hasil yang mencukupi).
Hal tersebut disampaikan, Wabup Tasikmalaya dalam sambutannya saat mebuka kegiatan Desiminasi Exit Strategy Proyek Upland tahun 2026, di Aula Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Wangsa Winata Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jum’at (10/04/2026).
“Tadi saya mengikuti kisah perjalanan tentang upline, itu betul bukan hanya masalah-masalah fisik yang kita bangun tetapi lebih kepada masalah kultur, bagaimana sebuah ekosistem tercipta, sebuah budaya bahwa menjadi seorang petani itu adalah petani yang bukan tinggal daki,” tegasnya.
Komitmen pertanian organik, terang Asep, jangan pura-pura organik karena akan dicek juga ketika di pasar. Dicek tentang residunya, dicek tentang kadar kandungan gizinya yang bersumber dari organik itu akan ketahuan.
“Dibalik program ini (Upland) ada tujuan bagaimana menciptakan makanan yang sehat untuk umat manusia di muka bumi ini sehingga generasi selanjutnya itu lebih baik, lebih unggul dari kita karena kita itu sudah terpapar oleh zat kimia,” imbuhnya.





