Kadang-kadang ada anekdot di masyarakat, koperasi itu hanya mensejahterakan ketuanya saja sama pengurusnya maka kita harus betul-betul pendekatan manajemen, pendekatan keilmuan.
“Kemudian juga pendekatan hati bahwa koperasi itu adalah milik bersama, siapa yang menjadi anggota dan disitu berperan untuk melakukan transaksi ekonomi yang lebih besar, itulah yang harus lebih sejahtera,” sambung Wabup.
Lebih lanjut, saya mengajak kepada seluruh stakeholder kita membuat komitmen jangan hanya pemerintah saja, sekarang ini sudah titik nyata, sudah real. Apalagi titik kritisnya tahun 2026 ini, bagaimana anggaran yang sebesar 45 miliar ini segera terserap.
“Ini berarti bukan main-main dan itu angka sangat besar sekali, angka yang sangat betul-betul bisa dimanfaatkan oleh dunia pertanian di Kabupaten Tasikmalaya,” jelasnya.
Wabup Tasikmalaya, Asep menambahkan, program atau proyek upline ini betul-betul berjalan sesuai dengan perencanaan. Kemudian dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan nanti outputnya itu betul-betul dirasakan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Ini warga Kabupaten Tasikmala yang terlibat atau yang menerima teladan program upland ini harus bersyukur, enggak ada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya punya kemampuan 75 miliar untuk membangun sebuah tatanan ekosistem pertanian pertama dengan SOP, kemudian smp-nya berjalan, kemudian secara real time diawasi,” pungkasnya.





